Kepala BGN sebut 1.700 SPPG di daerah angka stunting tinggi siap beroperasi - ANTARA News Megapolitan

August 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah dengan angka stunting tinggi dan tinggi sekali sudah siap beroperasi.   

Hal tersebut untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar mengutamakan daerah dengan stunting tinggi serta penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) untuk pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).      

"Dari data overlay (pemadanan) tadi ada sebanyak 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali, nah nanti ini kita bertahap bereskan, jadi sempat ramai ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13.000 dapur, (itu) bukan, jadi, sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang statusnya ada semua, ada yang titik baru, ada juga yang sudah selesai (berdiri sebagai SPPG)," kata Sudaryono di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Kepala BGN sebut putusan MK perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Baca juga: BGN pastikan nol toleransi terhadap insiden keamanan pangan MBG
Baca juga: BGN pastikan penutupan SPPG tidak ganggu penyaluran MBG ke penerima manfaat

Ia menjelaskan, BGN memadankan data dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta kementerian/lembaga lain yang terkait dengan Program MBG untuk menentukan daerah mana yang menjadi prioritas SPPG dengan stunting tinggi dan tinggi sekali, mengingat Kemenkes memiliki data berdasarkan nama dan alamat (by name by address) per keluarga.

"Itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap, ini insyaallah di minggu depan ini kita pelan-pelan kita rilis yang sudah siap," ujar dia. 

Pria yang akrab dipanggil Mas Dar itu melanjutkan, pekan depan BGN akan menentukan daerah-daerah mana yang menjadi prioritas pembangunan SPPG untuk menekan angka stunting di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak bangsa.  

"Daerah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Sumatra Utara, daerah-daerah yang jauh di Kepulauan Maluku Utara, Maluku, itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," tuturnya.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.