Kenapa Iran Belum Keok Meski Sudah Digempur Habis AS?

July 2026 · 3 minute read

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan beruntun Amerika Serikat terhadap Iran masih bisa dilawan Teheran dengan menggempur situs-situs militer AS dan menewaskan sejumlah prajurit Washington.

Tiga tentara AS tewas dalam serangan Iran di Yordania. Serangan ini menunjukkan bagaimana kemampuan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam menimbulkan korban jiwa yang besar, lima bulan setelah perang meletus pada Februari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para analis menyebut serangan ini menggarisbawahi kenyataan yang tidak menyenangkan bagi Washington, yakni terlepas dari gempuran demi gempuran AS, Iran masih mempertahankan kemampuan militer yang dibutuhkan untuk melanjutkan perang asimetris berkepanjangan.

"Kemampuan militer Iran tetap tangguh. Mereka pulih lebih cepat dari yang diperkirakan," kata direktur analisis militer lembaga think tank Defense Priorities, Jennifer Kavanagh, kepada Al Jazeera.

"Militer Iran jelas bukan 'tidak efektif dalam pertempuran' seperti yang diduga Pentagon. Mereka mengalami kerusakan signifikan tetapi terus belajar dan beradaptasi dari waktu ke waktu," ucapnya.

Menurut Kavanagh, kepresisian serangan Iran terhadap target militer AS karena ada bantuan dari Rusia dan China.

"Serangannya semakin tepat sasaran dari waktu ke waktu, kemungkinan dengan bantuan intelijen Rusia dan China," tambahnya.

Sementara itu, menurut dosen senior di Sekolah Studi Keamanan di King's College London, Andreas Krieg, kemampuan tersebut disebabkan oleh kombinasi banyak faktor yang didukung oleh lokasi dan desain situs militer AS.

Sekitar 50 ribu pasukan AS disebut beroperasi dari "pangkalan tetap yang terekspos dan berada dalam jangkauan persenjataan rudal dan drone Iran yang semakin canggih."

"(Banyak personel) sering ditempatkan di fasilitas semi-permanen yang dirancang terutama untuk melindungi dari roket, mortir, dan alat peledak improvisasi, bukan dari rudal balistik presisi yang membawa hulu ledak besar," ujar Krieg.

Karenanya, serangan semacam itu dapat "menyebabkan kerusakan yang cukup besar."

Serangan yang nyaris mengenai sasaran dapat menyebabkan cedera otak traumatis akibat tekanan ledakan yang tinggi. Sedangkan serangan yang tepat sasaran dapat mengakibatkan cedera akibat puing-puing yang berjatuhan.

Pilihan Redaksi

Secara keseluruhan, jumlah korban tewas di pihak AS mencapai 18 orang sejak perang pecah. Selain tiga prajurit yang tewas di Yordania, militer menyatakan kematian lainnya bukan akibat langsung dari serangan Iran.

Ini termasuk enam anggota angkatan udara yang tewas dalam kecelakaan pengisian bahan bakar pada Maret dan satu prajurit angkatan darat yang tewas selama peledakan terkontrol terhadap pesawat tak berawak bersenjata yang jatuh di Irak.

-Rudal dan drone canggih

Menurut Krieg, Iran masih memiliki persenjataan rudal dan drone, yang bahkan kian canggih, untuk melawan sistem pertahanan udara AS, termasuk Patriot dan sistem pencegat rudal balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Ia menilai Iran telah mengembangkan rudal balistik dan rudal jelajah, serta drone bersenjata yang dapat mendekati target "dengan lintasan dan kecepatan berbeda".

Apabila dipadukan dengan umpan dan lokasi yang tersebar, hal itu dapat mengurangi efektivitas sistem pertahanan AS.

"Meskipun sebagian besar senjata yang datang dihancurkan, sejumlah kecil senjata yang menembus perisai pertahanan dapat menimbulkan korban yang cukup besar," ucap Krieg.

Mona Yacoubian, direktur program Timur Tengah di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), mengatakan Iran tampaknya menunjukkan "niat yang lebih besar" dalam menyerang aset militer AS di serangan terbarunya ini, dibandingkan saat awal-awal perang.

"Saya kira yang penting untuk digarisbawahi adalah ini tampaknya merupakan pola baru dalam hal intensitas serangan Iran yang berupaya menghantam target militer AS," katanya.

Yacoubian menambahkan dampak serangan terbaru Iran kemungkinan merupakan hasil dari peningkatan akurasi, penurunan kemampuan sistem pertahanan dan radar AS, atau bisa juga hanya "serangan beruntung". Ini yang ia maksud dengan kombinasi beberapa faktor.

(rds)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]