Kenapa habis ngopi malah ngantuk? Ini kemungkinan penyebabnya

August 2026 · 4 minute read

Jakarta (ANTARA) - Kopi identik dengan minuman yang bisa membantu tubuh tetap terjaga. Kandungan kafein di dalamnya bekerja sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dengan menghambat kerja adenosin, senyawa di otak yang berkaitan dengan rasa kantuk.

Namun, pada sebagian orang, minum kopi justru diikuti rasa mengantuk. Kondisi ini mungkin terasa membingungkan, terutama jika kopi biasanya dikonsumsi untuk membantu tetap fokus saat bekerja atau beraktivitas.

Baca juga: Kenapa saat stres kita ingin minum kopi? Ini alasannya

Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari

Lantas, kenapa setelah minum kopi malah mengantuk?

1. Kurang tidur sejak awal

Salah satu kemungkinan paling sederhana adalah tubuh memang sedang membutuhkan tidur.

Kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi efeknya tidak sama dengan manfaat tidur yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa kafein memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk dan mempertahankan kewaspadaan, tetapi tidak sepenuhnya mengatasi dampak dari kurang tidur.

Jika seseorang kurang tidur secara terus-menerus, rasa kantuk yang muncul bisa begitu kuat hingga efek kafein terasa tidak cukup untuk mengatasinya.

Jadi, kalau setelah ngopi mata tetap berat, bisa jadi masalah utamanya bukan kurang kopi, melainkan tubuh memang belum mendapatkan istirahat yang cukup.

2. Tubuh sudah terbiasa dengan kafein

Kebiasaan mengonsumsi kafein secara rutin juga dapat memengaruhi respons tubuh.

Pada peminum kopi yang sudah terbiasa, efek kafein terhadap kewaspadaan bisa terasa lebih kecil dibandingkan ketika pertama kali mengonsumsinya. Penelitian mengenai penggunaan kafein secara rutin menunjukkan bahwa toleransi terhadap beberapa efek kafein dapat berkembang.

Akibatnya, secangkir kopi yang sebelumnya terasa cukup untuk membuat seseorang lebih segar mungkin tidak lagi memberikan efek yang sama.

Dalam kondisi seperti ini, menambah konsumsi kopi bukan selalu jawaban. Apalagi, kafein yang dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur justru dapat mengganggu kualitas tidur.

3. Efek kafein mulai berkurang

Kafein tidak bekerja selamanya. Setelah efek stimulasinya berkurang, rasa kantuk yang sebelumnya tertahan dapat kembali terasa.

Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin. Ketika efek kafein mulai hilang, sinyal yang berkaitan dengan rasa kantuk dapat kembali terasa. Karena itu, seseorang mungkin merasa lebih segar sesaat setelah minum kopi, tetapi kemudian kembali mengantuk.

Pada peminum kopi rutin, rasa kantuk juga bisa berkaitan dengan gejala putus kafein ketika tubuh belum mendapatkan asupan kafein seperti biasanya. Penelitian menemukan bahwa penghentian kafein dalam waktu singkat pada peminum rutin dapat menyebabkan rasa lelah dan mengantuk.

Baca juga: Benarkah kafein bisa bikin Anda lebih produktif? Ini fakta sebenarnya

4. Kopi diminum ketika tubuh memang sedang lelah

Waktu minum kopi juga bisa berpengaruh.

Misalnya, seseorang sudah merasa sangat mengantuk setelah menjalani aktivitas panjang. Kopi mungkin membuatnya lebih waspada untuk sementara, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

Bahkan, jika kafein dikonsumsi terlalu sore atau malam dan kemudian mengganggu tidur, masalahnya bisa berlanjut ke hari berikutnya. Sebuah meta-analisis menemukan konsumsi kafein dapat mengurangi total waktu tidur dan meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk terlelap.

Akibatnya, terbentuk semacam siklus: kurang tidur membuat seseorang mengandalkan kopi, sementara kopi yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat kualitas tidur kembali terganggu.

Setiap orang punya respons yang berbeda

Respons terhadap kafein tidak selalu sama. Faktor seperti kebiasaan konsumsi, metabolisme, waktu konsumsi dan faktor genetik dapat memengaruhi seberapa kuat seseorang merasakan efek kafein.

Itulah sebabnya ada orang yang bisa minum kopi dan langsung merasa lebih segar, sementara orang lain tidak merasakan perubahan yang berarti atau bahkan tetap mengantuk.

Jadi, pengalaman seseorang setelah minum kopi tidak selalu bisa dijadikan patokan untuk orang lain.

Jangan langsung menambah kopi ketika mengantuk

Kalau setelah minum kopi kamu masih mengantuk, jangan langsung beranggapan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak kopi.

Coba lihat penyebabnya terlebih dahulu. Apakah tidur malam cukup? Apakah kualitas tidur belakangan sedang terganggu? Apakah rasa kantuk muncul hampir setiap hari meski sudah mendapatkan waktu tidur yang cukup?

Jika rasa kantuk terus muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya bicarakan dengan orang tua atau wali dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

Kopi memang dapat meningkatkan kewaspadaan, tetapi tidak menjamin rasa kantuk akan hilang pada semua orang.

Rasa mengantuk setelah minum kopi dapat berkaitan dengan kurang tidur, kebiasaan mengonsumsi kafein, berkurangnya efek kafein, atau respons tubuh yang memang berbeda pada setiap orang. Kafein juga bukan pengganti tidur yang cukup.

Karena itu, jika kopi tidak lagi membuat tubuh terasa segar, jangan buru-buru menambah jumlahnya. Bisa jadi tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa yang dibutuhkan bukan secangkir kopi tambahan, melainkan istirahat yang lebih baik.

Baca juga: Apa benar kopi bisa bantu tingkatkan konsentrasi? Ini faktanya

Baca juga: Kopi terakhir sebaiknya jam berapa? Ini waktu yang tepat

Baca juga: Kopi hitam vs kopi susu, mana yang lebih baik dikonsumsi setiap hari?

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.