Kenapa Gunung Bisa Erupsi dan Meletus? Ini Catatan Al-Qur'an

September 2026 · 3 minute read

AKURAT.CO Gunung dari kejauhan terlihat kokoh dan tenang. Lerengnya menjadi tempat tumbuhnya pepohonan, sumber mata air, bahkan kawasan permukiman dan pertanian. Namun, di balik ketenangan itu terdapat aktivitas geologis yang terus berlangsung di dalam bumi.

Ketika tekanan dan aktivitas magma meningkat, gunung api dapat mengalami erupsi. Material dari dalam bumi kemudian keluar melalui kawah dalam bentuk lava, abu vulkanik, batuan, maupun gas.

Pertanyaan tentang mengapa gunung bisa erupsi umumnya dijawab melalui ilmu vulkanologi. Akan tetapi, bagi seorang Muslim, fenomena tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk membaca kembali bagaimana Al-Qur'an berbicara tentang gunung dan berbagai perubahan yang terjadi pada alam.

Al-Qur'an tidak menjelaskan proses erupsi gunung dengan istilah vulkanologi modern. Namun, kitab suci beberapa kali menyebut gunung dalam konteks penciptaan bumi, kekuasaan Allah, dan perubahan alam.

Salah satu ayat yang menarik terdapat dalam Surah An-Naba' ayat 6-7:

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا ۝ وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?”

Gunung disebut dengan istilah “awtad”, yang berarti pasak. Dalam tradisi tafsir, istilah tersebut menggambarkan gunung sebagai bagian dari tatanan bumi yang menunjukkan kekuasaan dan kebijaksanaan Allah dalam menciptakan alam.

Baca Juga: Gunung Meletus dan Abu Vulkanik, Apakah Tanda Allah Murka? Ini Kata Al-Qur'an

Namun, gambaran gunung dalam Al-Qur'an ternyata tidak berhenti pada sesuatu yang kokoh dan tegak. Al-Qur'an juga menggambarkan gunung dalam keadaan berubah dan hancur ketika terjadi peristiwa besar.

Dalam Surah Al-Qari'ah ayat 5, misalnya, Allah SWT menggambarkan keadaan gunung pada hari kiamat:

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ

“Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu yang berhamburan.”

Gambaran tersebut menunjukkan betapa sesuatu yang selama ini dianggap manusia sangat kuat sekalipun memiliki batas ketahanan. Gunung yang terlihat kokoh pada akhirnya dapat berubah ketika berada dalam kondisi yang dikehendaki Allah.

Al-Qur'an juga menyebut gunung dalam gambaran perubahan besar menjelang kiamat. Dalam Surah At-Takwir ayat 3 disebutkan:

وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

“Dan apabila gunung-gunung dijalankan.”

Ayat tersebut berada dalam rangkaian gambaran tentang dahsyatnya hari kiamat. Karena itu, ayat ini tidak seharusnya dipaksakan menjadi penjelasan langsung mengenai mekanisme erupsi gunung api.

Lalu, apakah Al-Qur'an memberikan catatan tentang gunung yang meletus?

Tidak ada ayat yang secara spesifik menjelaskan bahwa gunung api erupsi karena mekanisme tertentu seperti tekanan magma, pergerakan lempeng tektonik, atau peningkatan tekanan gas. Penjelasan tersebut merupakan wilayah ilmu kebumian.

Dalam ilmu vulkanologi, erupsi terjadi ketika tekanan dari magma dan gas di dalam sistem gunung api meningkat hingga material vulkanik terdorong keluar. Aktivitas tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai proses geologis yang berlangsung di bawah permukaan bumi.

Di sinilah pentingnya membedakan antara penjelasan ilmiah dan refleksi keagamaan. Sains menjelaskan bagaimana gunung bisa meletus, sedangkan Al-Qur'an mengarahkan manusia untuk melihat alam sebagai tanda kebesaran Allah dan mengambil pelajaran darinya.