Palu (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) siap mendampingi dan mengawal produk UMKM Kota Palu agar mampu bersaing dan menembus pasar ekspor.
“Kami akan melakukan MoU antara Kementerian UMKM dan Barantin untuk mengawal produk-produk UMKM di Palu agar ekspornya meningkat,” kata Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman dalam kegiatan Gebyar UMKM di Palu, Minggu.
Kerja sama tersebut akan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia (Barantin), serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua pihak.
Menurut dia, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya membuka dan memperluas akses pasar bagi produk UMKM Kota Palu.
Bagus mengatakan pengembangan UMKM di Kota Palu juga didukung potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah ditetapkan sejak 2014 melalui Peraturan Pemerintah.
Baca juga: Barantin dan Pemkot Palu kerja sama pengawasan untuk optimalkan PAD
Baca juga: Barantin siapkan pendampingan calon eksportir Palu lewat klinik ekspor
Ia berharap keberadaan KEK tersebut dapat berkembang menjadi kawasan industri sehingga turut memperkuat ekosistem usaha dan pengembangan produk UMKM di Kota Palu.
Selain itu, kata dia, Kementerian UMKM telah menghadirkan SAPA UMKM sebagai super apps yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah untuk mendukung pengembangan UMKM.
SAPA UMKM hadir sebagai platform layanan terpadu yang membantu pelaku usaha mengakses berbagai fasilitas usaha secara lebih mudah. Mulai dari verifikasi usaha, permodalan, sertifikasi, pembukuan digital, hingga transaksi digital dapat dilakukan dalam satu aplikasi.
“SAPA UMKM sudah ada kliniknya di sini. Jadi teman-teman UMKM yang ada di booth-booth ini bisa langsung mendaftar,” katanya.
Ia menjelaskan SAPA UMKM dikembangkan sejalan dengan tugas Kementerian UMKM sebagai pengelola Basis Data Tunggal. Platform ini juga terhubung dengan berbagai layanan pemerintah pusat dan daerah.
“Alhamdulillah ada belasan kementerian, termasuk Barantin juga akan masuk menjadi satu ekosistem sehingga apa pun kebutuhan UMKM untuk berkembang bisa dilakukan melalui satu pintu dan itu terhubung dengan semua layanan pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan Kementerian UMKM mencatat sebanyak 33.935 UMKM di Kota Palu. Menurut dia, jumlah tersebut menjadi potensi yang perlu dikembangkan agar UMKM di daerah itu dapat naik kelas dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Baca juga: Pemkot Palu: Pesta Wirausaha momen tingkatkan daya saing UMKM
Baca juga: KPwBI dan Pemkot Palu fasilitasi UMKM berkreasi lewat KKST
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.