Kemenkes minta orang tua laporkan jika temukan KIPI pada anak

August 2026 · 2 minute read
...Monggo dilaporkan kalau memang ada keliatan KIPI

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta orang tua atau wali murid untuk segera melaporkan dan memeriksakan anak jika menemukan tanda-tanda Kejadian Ikutan PascaImunisasi (KIPI) usai menerima imunisasi melalui penyelenggaraan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Direktur Imunisasi Kemenkes Indri Yogyaswari mengatakan pihaknya telah menyediakan dua saluran pelaporan bagi orang tua dan wali murid yang menemukan tanda KIPI, seperti demam hingga bengkak pada area suntik pada anak mereka.

“Monggo dilaporkan kalau memang ada keliatan KIPI, apalagi yang serius, harus segera dilaporkan dalam 1x24 jam,” kata Indri dalam webinar bertajuk Media Briefing-BIAS: Atasi KLB Campak dan Difteri di Jakarta Pusat pada Selasa.

Bila orang tua menemukan tanda KIPI pada anak usai mengikuti BIAS, ia mengatakan mereka dapat segera menghubungi atau mendatangi puskesmas terdekat.

“Jadi kalau misalnya siang disuntik, kemudian malamnya kok agak demam, kemudian apalagi sampai mengalami sesak atau apapun gitu ya, yang memang dirasa itu ada hubungannya dengan ikutasi, segera dilaporkan ke puskesmas terdekat,” kata Indri.

Baca juga: Kemenkes ajak sekolah perkuat perlindungan kesehatan anak lewat BIAS

Adapun saluran pelaporan yang kedua ialah orang tua atau wali murid dapat melapor dan menghubungi pihak satuan pendidikan dan meminta pihak satuan pendidikan untuk melaporkannya kepada puskesmas yang menjadi wilayah sekolah tersebut atau puskesmas yang bertugas memberikan layanan imunisasi vaksin kepada murid.

Berkenaan dengan penanganan KIPI ini pula, ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan Komite Daerah KIPI atau Komda KIPI yang bertugas pada level provinsi untuk menangani kelompok kasus KIPI yang tidak serius dan serius.

“Kelompok KIPI serius dan tidak serius masing-masing ada kriterianya. Untuk yang KIPI serius, ini di standar layanan kami, itu memang seharusnya dalam 1x24 jam, itu harus terlaporkan bahkan sampai ke Komnas KIPI yang ada di pusat. Jadi monggo, setiap ada KIPI, segera dilaporkan,” kata Indri.

Pihaknya berharap tidak ada murid yang mengalami KIPI, apalagi dengan kategori serius.

“Harapan kami tidak ada ya, walaupun ada mungkin yang tidak serius, jadi mungkin yang memang dia secara alami ya, sebagai indikator bahwa imunisasi itu sedang bekerja,” ujarnya.

Baca juga: Merawat kepercayaan lewat imunisasi

Baca juga: Kemenkes jelaskan pentingnya anak diimunisasi pada BIAS

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.