KemenHAM pecahkan rekor dunia melalui pendidikan hak asasi manusia - ANTARA News Bali

August 2026 · 2 minute read

Sumedang (ANTARA) - Menteri HAM Natalius Pigai mengatakan kementerian yang dipimpinnya telah memecahkan rekor dunia, melalui kegiatan pendidikan dan penyuluhan HAM yang diikuti sekitar 6.000 peserta, yang sebelumnya dipegang oleh kepolisian Ekuador sejak 2018.

"Rekor dunia ini dahulu dipegang oleh kepolisian Ekuador sejak 2018. Kami pecahkan rekor hari ini karena kami sudah melakukan sosialisasi pendidikan HAM kepada masyarakat," kata Pigai di Sumedang, Jawa Barat, Jumat.

Ia mengatakan capaian tersebut ditetapkan melalui rekor “Pelajaran Hak Asasi Manusia Terbesar” yang diupayakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian HAM Republik Indonesia.

Pigai menjelaskan pelaksanaan pendidikan dan penyuluhan HAM dilakukan secara masif sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran hak asasi manusia di seluruh Indonesia.

"Sebelum penyuluhan kepada 2.300 orang di sini (Sumedang), kami sudah melakukan di Kalimantan Barat, Mandailing Natal, Gorontalo, dan Sumatera Utara. Rata rata totalnya sekitar 6.000 orang," katanya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan dan penyuluhan HAM merupakan salah satu tugas utama Kementerian HAM sebagaimana diperintahkan Presiden.

Dia menilai pencapaian tersebut merupakan pengakuan dunia terhadap pelaksanaan tugas Kementerian HAM dalam membangun kesadaran HAM di Indonesia.

"Kalau menurut saya, saya meyakini ini pengakuan dunia. Ini bukan pribadi saya. Artinya Kementerian HAM berprestasi dan kami tunjukkan dengan hasil hari ini," ujarnya.

Pigai berharap pencapaian tersebut tidak hanya menjadi penghargaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat pendidikan dan kesadaran HAM di Indonesia.

"Saya meyakini suatu saat Indonesia akan menjadi champion (juara) dunia dalam konteks hak asasi manusia," katanya.

Penetapan rekor tersebut kemudian ditandai dengan penyerahan sertifikat Guinness World Records kepada Menteri HAM Natalius Pigai yang didampingi Wakil Rektor Bidang Administrasi Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) dan Kepala Pusat Pengembangan SDM.

Sementara itu, Official Adjudicator Guinness World Records Aynee Toorabally mengatakan pihaknya telah memeriksa seluruh bukti dan melakukan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sebelum mengonfirmasi pencapaian rekor dunia.

"Setelah memeriksa seluruh bukti dan menyelesaikan penilaian, saya dapat mengonfirmasi bahwa partisipasi ini berhasil memecahkan rekor sebelumnya," katanya.

Menurut Aynee, rekor sebelumnya untuk kategori tersebut tercatat di Ekuador pada 2018 dengan jumlah peserta sebanyak 1.772 orang yang kemudian berhasil dilampaui dalam kegiatan pendidikan HAM oleh Kementerian HAM Republik Indonesia.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.