Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan perusahaan teknologi Braze melalui program peningkatan kapasitas pegiat ekraf sekaligus perluasan akses pasar global melalui pemanfaatan teknologi pemasaran digital.
"Fungsi dari Kementerian Ekraf lebih sebagai akselerator. Kami ingin pegiat ekonomi kreatif yang sudah memiliki produk dan kapasitas bisnis dapat tumbuh lebih cepat melalui akses teknologi, pelatihan, pemasaran, investasi, hingga jejaring internasional,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan kolaborasi dengan Braze akan difokuskan pada penyelenggaraan Grow with Braze yang dijadwalkan pada awal Agustus. Jaringan global yang dimiliki Braze dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia, membantu pegiat usaha meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha nasional untuk bisa go global.
Kolaborasi akan dilakukan secara berkelanjutan dengan Braze melalui sejumlah kerja sama yang ditawarkan, antara lain penyediaan 1.000 sertifikasi gratis mengenai customer engagement and digital campaign bagi pegiat ekraf, dukungan teknologi untuk membantu pegiat usaha membangun komunikasi digital yang lebih personal.
Braze juga berencana menyelenggarakan konferensi teknologi pemasaran berskala internasional pada 4 Agustus 2026 yang akan menghadirkan CEO global Braze dari Amerika Serikat. Menteri Ekraf diharapkan menjadi keynote speaker sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas melalui momentum tersebut.
"Kami percaya teknologi customer engagement dapat membantu pegiat ekonomi kreatif Indonesia membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen. Maka, kami ingin berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf melalui pelatihan, sertifikasi, hingga pemanfaatan teknologi agar semakin banyak pegiat ekraf Indonesia yang mampu berkembang dan bersaing di pasar global," harap Country Director Braze Indonesia Franz Sihaloho.
Selain membahas agenda konferensi, kedua pihak juga mendiskusikan peluang pelatihan talenta digital, kolaborasi peningkatan optimalisasi bisnis dari binaan Kementerian Ekraf, hingga partisipasi keterlibatan Braze dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dunia.
Braze merupakan perusahaan teknologi yang membantu berbagai merek global membangun keterlibatan pelanggan melalui Customer Engagement Platform (CEP) berbasis cloud. Platform ini memungkinkan perusahaan menghadirkan komunikasi yang lebih personal dengan memanfaatkan data real-time dan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendukung transformasi bisnis.
Melalui pendekatan heksaheliks, pemerintah terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus pemerintah yakni mempercepat akselerasi pegiat ekonomi kreatif yang telah memiliki kapasitas produksi dan potensi pasar sehingga mampu naik kelas.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.