Kemendikdasmen: Partisipasi semesta perluas ketersediaan buku bermutu
Minggu, 2 Agustus 2026 14:06 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (31/7/2026) secara simbolis mulai mendistribusikan sebanyak 5,54 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke 24.609 sekolah tingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi dan partisipasi dengan berbagai pihak guna memperluas ketersediaan buku bacaan bermutu sekaligus meningkatkan literasi para murid.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Minggu mengatakan pihaknya terus memperkuat upaya menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia dengan melibatkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Kami berusaha dengan segala kemampuan agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berharap program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia,” ujar Mendikdasmen Mu’ti.
Menurutnya, penyediaan buku bacaan bermutu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah daerah dan sektor swasta juga memiliki ruang untuk berkontribusi memperkaya bahan bacaan bagi peserta didik.
Ia menilai kebiasaan membaca perlu terus dibangun karena tidak semua pengetahuan dapat diperoleh di ruang kelas yang memiliki keterbatasan waktu dan ruang.
Selain buku cetak, pihaknya juga menghadirkan layanan Rumah Pendidikan yang memungkinkan guru dan murid mengunduh buku teks maupun nonteks secara gratis dalam bentuk buku digital, buku audio, dan buku video.
Platform ini, kata Mu’ti, diharapkan semakin memperluas akses terhadap sumber belajar yang berkualitas.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif seperti penyediaan buku bacaan berhuruf braille maupun sumber belajar berbentuk audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus.
“Upaya ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi nasional,” katanya berpesan.
Hariqo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan bergotong royong membuka akses yang lebih luas terhadap buku bacaan bermutu agar semakin banyak murid memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin menyampaikan distribusi buku tahun ini menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi dengan prioritas satuan pendidikan yang kemampuan literasinya masih berada di bawah kompetensi minimum merujuk pada hasil Asesmen Nasional (AN).
Meski belum mencakup seluruh satuan pendidikan yang dimaksud namun Badan Bahasa memastikan buku-buku itu dapat digunakan secara maksimal oleh guru, kepala sekolah, dan murid. Sebab, setiap paket buku yang dikirimkan ke sekolah, dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan.
"Di dalam buku-buku yang dikirimkan, sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan buku tersebut, sehingga diharapkan nanti akan mempermudah para guru, kepala sekolah, dan murid untuk memanfaatkan buku-buku tersebut,” katanya.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Hafidz berharap makin banyak anak Indonesia memiliki akses terhadap bacaan bermutu sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap memajukan bangsa.
“Langkah kita bersama ini menjadi pendorong agar buku bacaan bermutu yang didistribusikan bermanfaat dengan maksimal. Semoga yang kita lakukan dapat menghasilkan murid-murid yang cerdas, kritis, dan berkarakter guna mendukung kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen: Partisipasi semesta perluas ketersediaan buku bermutu
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026