Itu salah satu yang mau kami bahas, bagaimana kami melakukan afirmasi atau langkah-langkah taktis strategis sehingga perbatasan itu menjadi berdaya, baik dari sisi ekonomi, sumber daya manusia, dan budaya juga kita hormati
Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan pihaknya segera menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi desa-desa di wilayah perbatasan dengan Malaysia, seperti persoalan keterbatasan listrik dan sinyal.
Mendes Yandri menyampaikan penyelesaian persoalan itu antara lain dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Malaysia, menyusul adanya nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan perdesaan antara kedua belah pihak.
"Itu salah satu yang mau kami bahas, bagaimana kami melakukan afirmasi atau langkah-langkah taktis strategis sehingga perbatasan itu menjadi berdaya, baik dari sisi ekonomi, sumber daya manusia, dan budaya juga kita hormati," kata Mendes Yandri kepada wartawan usai menghadiri kegiatan Penandatanganan Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia tentang Kerja Sama di Bidang Pengembangan Perdesaan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Kamis.
Baca juga: ESDM alokasikan Rp22 triliun untuk program jargas hingga listrik desa
Lebih lanjut ia menyampaikan penandatanganan MoU itu akan ditindaklanjuti dengan pembentukan kelompok kerja (pokja). Pokja tersebut akan merumuskan berbagai bentuk kerja sama yang dapat dilakukan Indonesia dan Malaysia untuk mendukung pembangunan desa, termasuk dalam mengatasi persoalan keterbatasan akses listrik dan sinyal di desa-desa.
"Jadi, saya kira ini salah satu yang akan dibicarakan di tim kerja. Tim kerja nanti akan meramu apa saja sebenarnya menu yang bisa kami kerja samakan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Mendes Yandri mengatakan kerja sama dengan Malaysia menjadi langkah awal untuk membangun komitmen kedua negara dalam mengembangkan desa.
Baca juga: Pemerintah Indonesia-Malaysia kerja sama pengembangan perdesaan
Menurut dia, kondisi desa di wilayah perbatasan perlu mendapat perhatian agar dapat semakin berdaya baik dari sisi ekonomi, sumber daya manusia, maupun budaya.
Kerja sama tersebut juga membuka ruang bagi Indonesia dan Malaysia untuk saling bertukar pengalaman dalam pembangunan desa.
Sebelumnya, Kemendes PDT dan Pemerintah Malaysia menandatangani MoU kerja sama di bidang desa dan perdesaan. Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain peningkatan kapasitas pengelolaan desa, digitalisasi untuk kemajuan perdesaan, pengembangan kewirausahaan perdesaan dan pengembangan usaha desa, ekowisata dan agrowisata, pendidikan dan pelatihan vokasi dan teknis untuk pemuda desa, serta pengentasan kemiskinan.
Baca juga: Kemendes siapkan pokja tindak lanjuti MoU RI-Malaysia soal bangun desa
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.