Denpasar (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali memberikan ruang bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali menampilkan karyanya melalui pameran instalasi seni.
“Kami sangat senang bisa memberi ruang bagi teman-teman mahasiswa IDB Bali untuk mengeksplorasi karya mereka di sini,” ucap Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura
Kura Bali Zefri Alfaruqy.
Zefri dalam keterangan di Denpasar, Minggu melihat semangat generasi muda dalam berkarya dan mampu mengaitkannya dengan tantangan dunia hari ini sangat sesuai dengan semangat kehadiran kawasan.
Sejumlah karya dari total 17 instalasi visual inovatif karya mahasiswa yang dipajang di Bali Abode Gallery, UID Bali Campus, KEK Kura Kura Bali, menceritakan soal kondisi alam dan masalah sosial.
Karya-karya instalasi mahasiswa pada pameran bertajuk GRAVITATION x OBSERIES 2026 ini menjadi ruang dialog kreatif yang inspiratif bagi masa depan industri kreatif tanah air.
“Kami melihat begitu banyak semangat dan antusiasme dari generasi muda ini lewat pesan-pesan mendalam yang mereka tuangkan ke dalam setiap karya,” ucapnya.
Untuk itu, PT BTID selaku pengelola KEK Kura Kura Bali berharap kawasan ini terus menjadi titik temu di mana ide-ide berani dapat tumbuh, berakar, dan menginspirasi banyak orang.
Sekretaris Wilayah DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Bali I Komang Manik Sumardika menambahkan, dengan memberi ruang kepada generasi muda maka menjadi langkah penting dalam memupuk regenerasi talenta kreatif.
“Kami berharap pameran ini semakin memotivasi para mahasiswa untuk giat berkarya, besar harapan kami, tingginya minat masyarakat di bidang ekonomi kreatif ini ke depannya mampu menjadi motor penggerak untuk menggeliatkan ekonomi nasional, khususnya di Bali,” kata dia.
Atas gelaran pameran instalasi ini, Wakil Rektor I IDB Bali Ni Komang Prasiani menyampaikan apresiasinya pada KEK Kura Kura Bali atas kolaborasi di bidang pendidikan seni.
Menurut Ni Komang Prasiani, dengan adanya wadah untuk pameran ini, membantu mahasiswa menuangkan kreativitas mereka dari pembelajaran yang sudah diterima.
“Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada KEK Kura Kura Bali yang sudah memberikan fasilitas kepada mahasiswa kami, ini merupakan kegiatan rutin, jadi hasil dari ilmu perkuliahan yang sudah didapatkan mahasiswa, mereka bereksperimen membuat karya yang dapat dinikmati khalayak umum,” ujarnya.
Tema besar dari pameran yang berlangsung dua hari ini adalah 'KIJAAA?' sebuah ungkapan khas Bali 'Kija Ne? Kija To? Kija Gen Dadi!', festival seni ini mengajak pengunjung untuk mempertanyakan batasan dan menemukan berbagai kemungkinan baru lewat medium seni, desain, dan kolaborasi.
Setiap instalasi merepresentasikan gagasan, eksplorasi material, teknologi, serta pendekatan visual yang berbeda, sekaligus menunjukkan bagaimana mahasiswa DKV IDB Bali menerjemahkan isu-isu kontemporer ke dalam karya tiga dimensi yang interaktif.
Di antara deretan karya yang dipamerkan, instalasi Ngeling karya mahasiswa DKV bernama Kuinda tampil mencolok dengan mengangkat narasi pelestarian alam Bali.
Kuinda hendak menyampaikan bahwa proses visualisasi dalam desain harus memiliki makna dan bukan sekadar tampilan visual semata.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.