Liputan6.com, Bangkok - Sedikitnya 27 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah kebakaran besar melanda sebuah bar di Bangkok, Thailand, pada Senin (13/7/2026) dini hari. Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran berupaya mengendalikan kobaran yang dengan cepat melahap bangunan.
Dikutip dari Channel News Asia, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, yang meninjau langsung lokasi kejadian, mengatakan banyak korban ditemukan di area toilet yang berada di bagian belakang Rong Beer Na Lat Phrao Bar. Sejumlah penyintas mengaku tidak menemukan jalur evakuasi yang memadai saat kebakaran terjadi.
Anutin mengatakan seorang musisi yang berada di lokasi melihat asap keluar dari panel pemutus arus listrik (circuit breaker) di dekat panggung sesaat sebelum aliran listrik padam. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan, disusul kepulan asap tebal yang dengan cepat memenuhi seluruh ruangan.
Diduga Berawal dari Korsleting AC
Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik pada unit pendingin ruangan (AC) yang terpasang di plafon. Dugaan tersebut disampaikan Kepala Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Pemerintah Metropolitan Bangkok.
Keterangan para penyintas menyebut api pertama kali muncul di area panggung depan sebelum menjalar dengan sangat cepat ke seluruh bagian bangunan.
Situasi itu memaksa para pengunjung berlarian menuju bagian belakang bar yang merupakan lokasi dapur dan toilet.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan bangunan sebenarnya memiliki dua pintu darurat di area belakang. Namun, salah satunya terhalang tumpukan peti bir, sementara pintu lainnya tertutup meja sehingga menghambat proses evakuasi.
"Ada dua pintu darurat. Satu berada di dekat dapur, tetapi terhalang peti-peti bir. Pintu darurat lainnya juga terhalang meja sehingga menyulitkan orang untuk keluar," ujar Chadchart kepada wartawan.
Ia menambahkan penyelidikan forensik masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Kami harus menunggu tim forensik melakukan pemeriksaan lebih mendalam di lokasi," katanya.