Kebakaran di Gunung Puncang Jatim hanguskan lahan seluas dua hektare

July 2026 · 3 minute read
Berdasarkan laporan awal petugas di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh gesekan bebatuan yang mengenai ilalang dan daun kering di tengah kondisi cuaca panas pada musim kemarau

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Tim gabungan bergerak cepat untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mencegah kobaran api meluas di kawasan Blok Gunung Pucang Rangga, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (10/7) malam.

"Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran hutan meluas ke area yang lebih besar berkat koordinasi lintas sektor yang dilakukan sesaat setelah laporan diterima," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho di Lumajang, Sabtu.

Karhutla terjadi di kawasan Petak 15A dan 15B2 RPH Bago BKPH Pasirian pada Jumat (10/7). Titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.40 WIB setelah seorang warga melihat kepulan asap dari kawasan hutan dan segera melaporkannya kepada Perhutani, BPBD Lumajang, Koramil 0821/09 Pasirian, Polsek Pasirian, serta Pemerintah Desa Condro.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Mengingat medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, maka upaya pengendalian api dilakukan secara manual menggunakan gepyok ranting basah, cakar besi, serta pembuatan sekat bakar, guna menghentikan rambatan api.

Baca juga: BPBD Lumajang bantu padamkan karhutla di kawasan TNBTS

"Kecepatan api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam tanpa menimbulkan korban jiwa maupun mengancam permukiman warga," tuturnya.

Ia mengatakan kecepatan penyampaian informasi dari masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan kebakaran hutan.

"Kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci keberhasilan penanganan kebakaran. Laporan cepat dari masyarakat memungkinkan tim segera bergerak, sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas ke area yang lebih besar," katanya.

Isnugroho menyebut sekitar pukul 20.00 WIB api berhasil dikendalikan dan seluruh proses pemadaman selesai pada pukul 20.15 WIB.

Berdasarkan asesmen sementara, lanjutnya, kebakaran menghanguskan sekitar dua hektare semak belukar, ilalang, rumput, dan daun kering di bawah tegakan pohon jati serta johar.

Baca juga: Hutan Gunung Lemongan Lumajang terbakar

Lokasi kebakaran berada sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada kawasan hunian.

"Berdasarkan laporan awal petugas di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh gesekan bebatuan yang mengenai ilalang dan daun kering di tengah kondisi cuaca panas pada musim kemarau," katanya.

Peristiwa itu terjadi setelah Pemkab Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026.

Pihaknya mengimbau bila terjadi keadaan darurat bencana, segera hubungi Call Center BPBD Kabupaten Lumajang di nomor 081234570077 untuk mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Baca juga: Luas hutan yang terbakar di Gunung Semeru capai 198 hektare

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.