Karhutla di Kotim semakin marak, pemadaman tidak bisa langsung tuntas

August 2026 · 3 minute read

Karhutla di Kotim semakin marak, pemadaman tidak bisa langsung tuntas

Selasa, 4 Agustus 2026 06:24 WIB

Image Print

Pemadaman kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Sampit dilakukan hingga malam hari, Senin malan (3/8/2026). ANTARA/HO

Sampit (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, semakin marak sehingga membuat penanganan di beberapa lokasi tidak sampai tuntas karena belum sepenuhnya padam hingga malam hari.

"Barusan balik personel. Belum tuntas padam. Masih nyala di bagian tengah. Belum bisa tuntas. Luas karhan (kebakaran lahan) 5 hektare, dapat diatasi 3 hektare," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Senin malam.

Pemadaman kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Km 23 dilakukan hingga malam hari karena area yang terbakar cukup luas. Sekitar pukul 20.30 WIB, personel pemadam kebakaran memutuskan menghentikan sementara pemadaman karena pertimbangan keamanan, sehingga akan dilanjutkan kembali hari berikutnya.

Kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Km 23 adalah satu dari 11 kebakaran lahan yang terjadi di daerah ini pada Senin. Pemadaman tidak hanya dilakukan oleh tim darat, tetapi juga dibantu pengeboman air atau water bombing menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kebakaran sporadis yang terjadi di waktu yang hampir bersamaan, membuat petugas harus bekerja ekstra. Meski sudah berjuang hingga malam, kebakaran di beberapa lokasi belum bisa dipadamkan hingga tuntas.

Sebanyak 11 lokasi kebakaran yaitu Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan berhasil dipadamkan, Jalan Bumi Raya 1 berhasil dipadamkan, Desa Camba Jalan Camba 1 api masih aktif, Jalan Tjilik Riwut KM 13 berhasil dipadamkan namun masih berasap.

Baca juga: Polres Kotim tetapkan satu tersangka pembakar lahan

Kebakaran di Jalam Jenderal Sudirman KM 23 masih ditangani, sedangkan di Jalan HM Arsyad Km 38 Desa Bagendang Hilir dan Desa Jaya Karet ditangani dengan membatasi perluasan dan kondisinya masih berasap.

Kebakaran di Jalan Tjilik Riwut KM 7 sudah dua kali ditangani. Sesi pagi sampai siang padam, namun sore api kembali aktif dan kemudian berhasil dipadamkan meski kondisi lahan masih berasap.

Kebakaran di Jalan Jenderal Sudirman belakang SMAN 4 Sampit masih ditangani. Kebakaran di Desa Batuah Kecamatan Seranau lokasi jauh, perlu moda sungai dan posisi air surut, sehingga petugas harus ekstra untuk mencapai lokasi.

Kebakaran di kebun praktik SMKN 4 di Desa Eka Bahurui belum tertangani. Kebakaran di Desa Lempuyang terjadi di lokasi sulit ditempuh tim jalur darat, ditambah kondisi angin kencang.

Untuk lokasi yang sulit dijangkau, pemadaman mengandalkan helikopter pengebom air. Bantuan dari BNPB ini sangat membantu mencegah kebakaran semakin meluas, khususnya di lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh tim jalur darat.

"Hari ini ada satu WB, hanya di MB hilir. Kami berterima kasih dukungan dari pemerintah provinsi dan BNPB untuk upaya pemadaman karhutla di Kotawaringin Timur," ujar Multazam.

Multazam kembali mengimbau masyarakat untuk peduli dan membantu mencegah serta menanggulangi karhutla. Kebakaran parah, apalagi sampai menyebabkan kabut asap, harus dicegah karena dampaknya akan sangat buruk bagi masalah, baik terhadap kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sektor lainnya.

Baca juga: Bupati Kotim instruksikan patroli pemasangan Bendera Merah Putih

Baca juga: Bupati Kotim segera panggil Pertamina respons antrean panjang BBM

Baca juga: Pemkab Kotim dan Bapas Sampit kerja sama laksanakan pidana kerja sosial

Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.