Karhutla belum reda, Dompet Dhuafa gelar doa bersama memohon hujan

September 2026 · 3 minute read

Karhutla belum reda, Dompet Dhuafa gelar doa bersama memohon hujan

Jumat, 18 September 2026 18:59 WIB

Image Print

Dompet Duafa Kalteng gelar doa bersama dan aksi kemanusiaan dalam menyikapi musibah karhutla dan kabut asap di Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (18/9/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di tengah kondisi kemarau mendorong Dompet Dhuafa menggelar doa bersama sebagai ikhtiar spiritual sekaligus memperkuat aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

“Sebagai bentuk usaha lahir dan batin menghadapi kondisi tersebut, Dompet Dhuafa menginisiasi doa bersama yang dirangkaikan dengan sejumlah aksi kemanusiaan bagi masyarakat,” kata Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini di Basirih Hulu, Jumat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Pondok Pesantren Sabilal Muttaqin, Desa Basirih Hulu, Kotim, dengan menghadirkan sejumlah tokoh untuk memimpin dan mengisi rangkaian kegiatan, yakni KH Muhammad Makki, Ustaz Nanang Kasim, serta Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kalimantan Tengah Puji Siswanto.

Ahmad menjelaskan, kemarau panjang yang disertai karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mulai dirasakan masyarakat melalui penurunan kualitas udara, gangguan kesehatan, serta persoalan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Oleh itu, doa bersama diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga wadah untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam menghadapi dampak bencana secara bersama-sama.

“Doa bersama ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pesantren, relawan, mitra, dan berbagai pihak dalam merespons kondisi kemarau dan karhutla melalui pendekatan spiritual, sosial, dan kemanusiaan,” tuturnya.

Selain menggelar doa bersama, Dompet Dhuafa menyatakan terus menggerakkan sumber daya kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak karhutla.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengerahan relawan dan tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa di sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan.

“Kami terus berupaya membantu masyarakat terutama dari dampak karhutla dengan menggerakkan para relawan dan tim DMC Dompet Dhuafa untuk melakukan pemadaman pada titik api,” ucap Ahmad.

Baca juga: Legislator Kotim desak penerapan BDR untuk selamatkan generasi bangsa

Penanganan dampak karhutla juga dilakukan melalui layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan akibat paparan asap.

Tim medis dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada penyintas, sementara masker dibagikan sebagai salah satu upaya mengurangi risiko paparan asap secara langsung.

Dompet Dhuafa juga mengembangkan konsep safe school untuk membantu melindungi anak-anak dari dampak buruk kabut asap selama aktivitas pembelajaran.

Ruangan tersebut dilengkapi kipas penyedot udara atau exhaust fan, akuarium, serta tanaman yang diharapkan membantu menciptakan kondisi udara yang lebih nyaman di lingkungan sekolah.

Langkah tersebut dinilai penting karena anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla. Lingkungan belajar yang lebih terlindungi diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan sekaligus mengurangi paparan asap.

“Pada kegiatan ini kami juga menghadirkan layanan pos medis secara gratis dan pembagian masker kepada masyarakat,” lanjutnya.

Rangkaian aksi tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan Dompet Dhuafa terhadap kondisi karhutla dan kemarau yang berdampak luas.

Selain penanganan di lapangan, pendekatan spiritual melalui doa bersama dilakukan sebagai bentuk ikhtiar masyarakat untuk memohon turunnya hujan dan berakhirnya kondisi kekeringan serta asap.

Doa bersama ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan upaya pemadaman, tetapi juga kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak untuk melindungi masyarakat dari dampak lingkungan, kesehatan dan sosial yang ditimbulkan.

“Melalui kombinasi pendekatan spiritual, layanan kesehatan, mitigasi bencana, serta pemberian bantuan langsung, Dompet Dhuafa berharap masyarakat dapat lebih kuat menghadapi dampak kemarau dan karhutla yang masih berlangsung di Kotim,” demikian Ahmad.

Baca juga: Polres Kotim musnahkan 947 gram sabu

Baca juga: DPKP Kotim temukan dua merek beras fortifikasi bermasalah beredar di Sampit

Baca juga: Polres Kotim tetapkan tujuh tersangka pembakar lahan

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.