Karawang (ANTARA) - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyampaikan tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Karawang cukup kompleks, sehingga diperlukan organisasi kepolisian dengan kapasitas yang lebih besar.
"Karakteristik Karawang ini dinamis sebagai daerah kawasan industri nasional, pusat investasi, jalur strategis nasional, serta daerah dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi," kata Kapolda, di Karawang, Senin.
Ia menyampaikan kondisi daerah berkarakter dinamis ini berdampak terhadap meningkatnya kompleksitas tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dia menekankan dengan diresmikannya peningkatan status Polres Karawang menjadi Polresta pada Senin (27/7) harus dijawab dengan peningkatan kualitas pelayanan, profesionalitas, serta kehadiran Polri yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Irjen Pipit mengatakan peningkatan status menjadi Polresta bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan bentuk kepercayaan negara kepada institusi Polri dalam menjawab perkembangan dan dinamika Karawang yang semakin kompleks.
"Kenaikan tipologi Polres Karawang menjadi Polresta Karawang adalah bentuk kepercayaan yang diberikan kepada Polri. Kepercayaan ini harus diwujudkan melalui pelayanan kepolisian yang semakin profesional, responsif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," katanya.
Baca juga: Forkopimda Karawang patroli bersama cek situasi daerah tetap kondusif
Kapolda berharap Kapolresta Karawang yang baru, Kombes Pol. Mario Prahatinto dapat mengemban amanah tersebut dengan penuh dedikasi, memperkuat soliditas internal, meningkatkan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, stakeholder terkait.
Jajaran kepolisian juga diharapkan dapat membangun kemitraan yang erat dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.