Kapal Kargo Iran Diserang di Selat Hormuz, 1 Orang Tewas

September 2026 ยท 2 minute read

Pertemuan yang dijadwalkan pada Senin akan kembali mengarahkan perhatian negara-negara kawasan ke Selat Hormuz. Pertemuan tersebut berlangsung beberapa hari setelah kelompok Houthi bergerak menyusuri pesisir Laut Merah Yaman dan memberikan tekanan baru terhadap jalur alternatif bagi pelayaran global.

Houthi yang didukung Iran mengatakan mereka hanya menargetkan Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan tengah berperang melawan kelompok tersebut. Namun, pasar tetap mewaspadai perkembangan tersebut.

Harga minyak, gas alam, dan produk terkait di pasar global kembali meningkat.

Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz masih rendah ketika serangan terus terjadi di jalur yang sebelumnya dipandang sebagai perairan internasional, sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari.

Amerika Serikat menyatakan banyak minyak masih berhasil keluar dari kawasan tersebut ketika militernya membantu memandu kapal-kapal di sepanjang pantai Oman, meski langkah itu memiliki risiko serangan.

Iran mengatakan para menteri luar negeri dari negara-negara kawasan akan bertemu pada Senin untuk membahas upaya Iran dan Oman, yang berada di sisi lain Selat Hormuz, dalam mengatur lalu lintas pelayaran di selat tersebut.

Namun, Bahrain telah menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan tersebut dengan alasan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Teheran.

Belum jelas negara mana saja yang akan menghadiri pertemuan tersebut. Iran juga belum mengeluarkan pernyataan baru pada Minggu.

Sejak awal perang, Iran telah menyatakan ketertarikannya agar kapal-kapal membayar biaya untuk melintas. Iran mengatakan lalu lintas menuju Teluk Persia akan melewati perairan Iran, sedangkan jalur keluar akan melewati sebagian perairan Iran dan sebagian perairan Oman.

Meski demikian, Iran menegaskan kesepakatan dengan Oman mengenai selat tersebut tidak berarti Selat Hormuz akan langsung dibuka untuk pelayaran.

"Jalur perairan tersebut akan dibuka dengan syarat Amerika Serikat menghentikan blokadenya," kata Pezeshkian kepada stasiun televisi India Today TV pada Sabtu.

Di kawasan tersebut muncul sedikit optimisme terkait pertemuan yang direncanakan. Ada harapan negara-negara Teluk dapat menggunakan forum tersebut untuk menunjukkan respons bersama terhadap perang yang tidak mereka mulai.

Selama berbulan-bulan, negara-negara tersebut menghadapi serangan Iran yang menurut Teheran menargetkan aset militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka.

"Oman berharap dengan mengajukan kesepakatan ini dan mendapatkan dukungan yang cukup luas dari negara-negara di kawasan, pemerintahan Trump akan terpaksa mengakui bahwa masa depan selat tersebut akan ditentukan