Kanwil Imigrasi DIY hadirkan

August 2026 · 3 minute read

Kanwil Imigrasi DIY hadirkan "Pasporia" akhir pekan di Kulon Progo

Minggu, 9 Agustus 2026 16:26 WIB

Image Print

Layanan pembuatan paspor di Alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo pada Minggu (9/8). ANTARA/Sutarmi

Kulon Progo (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar layanan paspor akhir pekan bertajuk "Pasporia" (Paspor Minggu Ceria) di Alun-alun Wates untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan keimigrasian.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani di Kulon Progo, Minggu, mengatakan program tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengimplementasikan semangat "Imigrasi untuk Rakyat".

"Melalui program Imigrasi untuk Rakyat, kami ingin mendekatkan pelayanan langsung kepada masyarakat agar mereka lebih mudah mengakses layanan keimigrasian di luar hari kerja," kata Yuni.

Ia menjelaskan pemilihan lokasi di Teras Rutan Kelas II B Wates kawasan Alun-Alun Wates tergolong strategis karena merupakan pusat kegiatan olahraga dan interaksi masyarakat Kulon Progo pada akhir pekan. Dengan demikian, warga yang sedang beraktivitas di hari Minggu dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus dokumen perjalanan.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Yuni menyampaikan bahwa layanan akhir pekan ini direncanakan akan berjalan secara berkelanjutan.

"Pelayanan Pasporia rencananya akan kita lanjutkan secara rutin, paling tidak sebulan dua kali atau dua minggu sekali," ujarnya.

Pada pelaksanaan perdana ini, Imigrasi menyediakan kuota sebanyak 25 pemohon, yang terdiri dari 20 kuota pendaftaran secara daring melalui aplikasi M-Paspor dan lima kuota untuk pemohon langsung (walk-in).

"Kami akan mengevaluasi animo masyarakat untuk menyesuaikan penambahan kuota pada pelaksanaan berikutnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo Muhammad Wahyudiantoro menyampaikan target utama program ini adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja biasa akibat kendala izin pekerjaan maupun kesibukan lainnya.

"Target kami, agar masyarakat yang kesulitan terkait izin atau pengurusan paspor pada hari kerja, Senin sampai Jumat, tetap dapat terlayani di hari libur. Kami memilih lokasi tempat masyarakat berkumpul, seperti di Alun-Alun Wates ini," kata Wahyudiantoro.

Selain di Alun-Alun Wates, pengajuan paspor pada hari kerja reguler di wilayah hukumnya tetap tinggi. Saat ini, Imigrasi Kulon Progo membuka kuota reguler sebanyak 30 kuota per hari di kantor utama dan 30 kuota per hari di Unit Layanan Paspor (ULP) Bantul, dengan rata-rata penerbitan mencapai 25 hingga 30 dokumen per hari di masing-masing lokasi.

"Untuk peruntukannya beragam, ada yang untuk wisata, tetapi saat ini yang semakin dominan adalah pemohon untuk keperluan ibadah umrah," katanya.

Salah seorang warga Sentolo, Emayati (42) mengaku sangat terbantu dengan hadirnya inovasi layanan paspor pada hari libur tersebut.

"Senang sekali dan bersyukur, karena kalau hari biasa kita sibuk kerja dari pagi sampai sore jadi agak susah menyempatkan datang ke kantor imigrasi. Saya datang hari ini untuk perpanjangan paspor persiapan liburan sekolah bersama keluarga," kata Emayati.

Ia menilai alur pelayanan Pasporia berjalan cepat, nyaman, dan transparan tanpa antrean panjang. Paspor yang telah diproses dijadwalkan selesai dan dapat diambil di Kantor Imigrasi Kulon Progo pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Pewarta : STR
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026