Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis mencapai target produksi padi 1,3 juta ton pada 2026 meski menghadapi kemarau panjang, dengan melalui percepatan luas tambah tanam (LTT) melibatkan pemerintah pusat, kabupaten/kota, penyuluh pertanian, dan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Kamis, mengatakan percepatan LTT yang telah mencapai 18.882 hektare, menjadi strategi utama meningkatkan produksi padi sehingga kolaborasi seluruh pemangku kepentingan harus berjalan dalam satu arah dan saling mendukung.
“Luas tambah tanam ini sangat penting untuk menjaga produksi padi Kalimantan Selatan tetap tinggi,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota mempercepat realisasi LTT dengan mengoptimalkan seluruh potensi lahan produktif serta menyampaikan perkembangan pelaksanaannya secara berkala sebagai dasar evaluasi dan pengambilan langkah lanjutan.
Baca juga: Kementan pastikan bantuan benih padi di Kalsel tepat sasaran
Untuk memperkuat strategi, DPKP Kalsel menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam pendampingan teknis, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III untuk mendukung ketersediaan air, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui penyediaan informasi iklim, serta Perum Bulog dalam mendukung penyerapan hasil panen petani.
Selain dukungan antarlembaga, percepatan LTT dilakukan melalui pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian, petugas lapangan, dan TNI agar petani memperoleh pendampingan sejak persiapan tanam hingga pemantauan perkembangan tanaman di lapangan.
Syamsir meminta setiap kendala yang dihadapi pemerintah kabupaten dan kota agar segera dikoordinasikan sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan lebih cepat untuk menjaga percepatan tanam tetap berjalan sesuai target.
Baca juga: Mentan tekankan pemantauan luas tambah tanam harus dilakukan harian
Ia menyampaikan bahwa tantangan musim kemarau tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan program, namun penguatan sinergi antarpemangku kepentingan menjadi prioritas agar mampu meminimalkan dampaknya terhadap pencapaian target produksi padi sepanjang tahun.
DPKP Kalsel mencatat produksi padi pada 2025 mencapai sekitar 1,179 juta ton atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Juli 2026, produksi telah mencapai sekitar 681 ribu ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 600 ribu ton sehingga menjadi modal positif menuju target produksi 1,3 juta ton.
“Dengan penguatan sinergi, percepatan luas tambah tanam, pendampingan petani, dan koordinasi yang konsisten, kami optimistis mampu mencapai target produksi padi 1,3 juta ton pada 2026 sekaligus memperkuat peran Kalimantan Selatan sebagai penyangga pangan nasional,” ujar Syamsir Rahman.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kalsel optimistis produksi padi 1,3 juta ton meski hadapi kemarau
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.