Jakarta (ANTARA) - Kaki bengkak setelah beraktivitas seharian merupakan keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini dapat muncul setelah berdiri atau duduk dalam waktu lama, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman danq⁴ mengganggu aktivitas.
Dalam dunia medis, pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai dikenal sebagai edema perifer, yaitu kondisi ketika terjadi penumpukan cairan pada jaringan tubuh di area tersebut. Pada sebagian besar kasus, pembengkakan tidak menimbulkan rasa nyeri dan dapat membaik setelah beristirahat atau mengubah posisi tubuh.
Meski umumnya bukan kondisi yang berbahaya, kaki bengkak juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya agar dapat mengambil langkah pencegahan maupun penanganan yang tepat.
Baca juga: Penyebab kaki bengkak selama perjalanan mudik dan cara mencegahnya
Baca juga: Dokter: Perhatikan kenaikan berat badan hindari bahaya kehamilan
Berikut beberapa penyebab kaki bengkak setelah beraktivitas seharian.
1. Berdiri atau duduk terlalu lama
Salah satu penyebab paling umum kaki bengkak adalah terlalu lama berdiri atau duduk tanpa banyak bergerak.
Ketika tubuh berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama, otot-otot kaki menjadi kurang aktif membantu memompa darah kembali ke jantung. Akibatnya, cairan lebih mudah menumpuk di jaringan kaki sehingga memicu pembengkakan.
Kondisi ini sering dialami oleh pekerja kantoran, kasir, guru, tenaga kesehatan, maupun orang yang harus berdiri dalam waktu lama.
2. Berat badan berlebih
Memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko kaki bengkak.
Kelebihan berat badan memberikan tekanan lebih besar pada pembuluh darah di tungkai sehingga sirkulasi darah menjadi kurang optimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan cairan menumpuk pada kaki dan pergelangan kaki.
Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mengurangi risiko terjadinya pembengkakan.
3. Efek samping obat-obatan
Beberapa jenis obat diketahui dapat menyebabkan kaki bengkak sebagai efek samping.
Obat-obatan yang berpotensi memicu pembengkakan antara lain steroid, terapi hormon yang mengandung estrogen atau testosteron, beberapa jenis antidepresan, serta obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan aspirin.
Obat-obatan tersebut dapat memengaruhi sirkulasi darah atau menyebabkan retensi cairan sehingga kaki tampak membengkak.
Apabila mencurigai pembengkakan berkaitan dengan obat yang sedang dikonsumsi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa anjuran tenaga medis.
4. Perubahan hormon
Perubahan hormon juga dapat menyebabkan kaki membengkak, terutama pada wanita.
Peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan maupun menjelang menstruasi dapat memengaruhi sirkulasi darah dan menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan.
Akibatnya, sebagian wanita mengalami pembengkakan pada kaki, terutama setelah beraktivitas dalam waktu lama.
5. Gumpalan darah pada kaki
Pembengkakan pada satu kaki yang muncul secara tiba-tiba juga dapat disebabkan oleh adanya gumpalan darah di pembuluh darah kaki atau trombosis vena.
Gumpalan darah dapat menghambat aliran darah sehingga menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan rasa tidak nyaman.
Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila gumpalan darah berpindah ke organ lain, seperti paru-paru.
Baca juga: Terlalu lama duduk bisa picu terjadinya pembekuan darah
6. Cedera atau infeksi
Cedera akibat terjatuh, keseleo, atau benturan dapat memicu pembengkakan sebagai respons alami tubuh terhadap proses penyembuhan.
Selain itu, infeksi pada kaki juga dapat menyebabkan peningkatan aliran darah ke area yang mengalami peradangan sehingga kaki menjadi bengkak, kemerahan, terasa hangat, bahkan disertai nyeri.
7. Insufisiensi vena
Insufisiensi vena merupakan kondisi ketika pembuluh vena tidak mampu mengalirkan darah kembali ke jantung secara optimal.
Akibatnya, darah berkumpul di tungkai bawah dan menyebabkan pembengkakan yang biasanya memburuk setelah berdiri lama.
Selain kaki bengkak, kondisi ini juga dapat disertai rasa berat pada kaki, nyeri, hingga munculnya varises.
8. Gangguan pada jantung
Dalam beberapa kasus, kaki bengkak dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jantung, salah satunya perikarditis atau peradangan pada selaput yang membungkus jantung.
Gangguan fungsi jantung dapat menyebabkan aliran darah tidak berjalan optimal sehingga cairan menumpuk di tungkai dan pergelangan kaki.
Apabila pembengkakan berkaitan dengan penyakit jantung, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti ekokardiografi atau tes fungsi jantung lainnya untuk memastikan penyebabnya.
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
Kaki bengkak yang muncul setelah beraktivitas biasanya dapat membaik dengan beristirahat, meninggikan posisi kaki, atau mengurangi waktu berdiri maupun duduk terlalu lama.
Namun, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila pembengkakan disertai gejala seperti nyeri hebat, kemerahan, demam, sesak napas, atau terjadi secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.
Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti pembengkakan dan menentukan penanganan yang sesuai, terutama jika kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pembuluh darah, jantung, maupun penyakit lainnya.
Baca juga: Kaki bengkak, dingin, atau kram bisa jadi indikasi masalah kesehatan
Baca juga: Jarang jalan kaki bisa picu penyakit vena kronis seperti Trump
Baca juga: Gedung Putih redam isu kesehatan Trump usai kaki bengkak terlihat
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.