Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung. Kerja sama ini jadi permulaan rencana pengembangan transportasi perkeretaapian di Pulau Dewata.
Kesepakatan kerja sama diteken oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Rencananya dibangun trem listrik bertenaga baterai yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu, Kabupaten Badung.
"KAI siap membawa pengalaman dan kompetensi perkeretaapian dalam proses kajian bersama. Setiap tahap akan disiapkan secara cermat, prudent, dan sesuai regulasi agar rencana yang dihasilkan feasible serta memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan wilayah Bali,” kata Bobby, mengutip keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Bobby menerangan, ruang lingkup kesepakatan meliputi inventarisasi data dan informasi, penyusunan kajian kelayakan dan/atau Detail Engineering Design (DED), integrasi antarmoda, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi dengan kementerian/lembaga, badan usaha, dan pemangku kepentingan terkait.
Kesepakatan Bersama ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai kewenangan masing-masing pihak.
"Melalui kesepakatan ini, kami bersama pemerintah daerah mulai mempelajari bagaimana perkeretaapian dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi Bali,” ujar Bobby.
Potensi Ekonomi Bali
Bobby tak sembarangan. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, ekonomi Bali pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perekonomian Bali pada periode tersebut mencatat PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 89,27 triliun. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi kontributor terbesar dengan porsi 21,91%.
“Perkembangan ekonomi dan aktivitas pariwisata Bali perlu diikuti dengan perencanaan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas ke depan," ucapnya.
BPS turut mencatat wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan, meningkat 4,63% dibandingkan Mei 2026 sebanyak 578.251 kunjungan.