Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan Manggarai menjadi bagian dari langkah KAI memperluas peran transportasi publik dalam pembentukan kawasan perkotaan.
Menurutnya, kota dengan mobilitas tinggi membutuhkan perencanaan yang mampu mendekatkan masyarakat dengan tempat tinggal, pekerjaan, layanan publik, dan jaringan transportasi.
“Manggarai memberi kesempatan kepada KAI untuk membangun kawasan dengan pendekatan itu. Kami ingin perjalanan masyarakat menjadi lebih ringkas, biaya mobilitas semakin efisien, dan akses terhadap kota semakin terbuka,” kata Bobby, Minggu (16/8/2026).
Manggarai memiliki basis mobilitas yang kuat untuk pengembangan tersebut. Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan setiap hari, dengan sekitar 700–750 perjalanan kereta api per hari.
Data KAI mencatat pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai mencapai 5.142.739 pelanggan pada 2023, meningkat menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024, dan mencapai 5.456.309 pelanggan pada 2025.
Bobby menambahkan, pengembangan Manggarai juga menjadi langkah KAI membangun kapabilitas pengelolaan TOD yang semakin kompetitif.
“KAI ingin membangun kemampuan pengembangan TOD dengan standar yang semakin tinggi. Kami belajar dari praktik terbaik berbagai kota dunia, tetapi kebutuhan masyarakat Indonesia tetap menjadi titik berangkatnya,” tambahnya.
Blok G memiliki luas sekitar 6.925 meter persegi, sementara Blok F sekitar 15.014 meter persegi. Pada kedua area tersebut direncanakan pembangunan 308 unit hunian MBR, 924 unit hunian MBM, dan 2.508 unit hunian komersial, serta 150 unit retail.
Unit hunian dirancang dalam beberapa tipe, mulai dari studio 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, hingga tipe 45 dengan dua kamar tidur dan ruang keluarga yang lebih luas.
Secara keseluruhan, rencana pengembangan TOD Manggarai mencakup area sekitar 129 hektare, dengan sekitar 64 hektare merupakan lahan KAI.
Pengembangan dilakukan secara bertahap dan mencakup peningkatan konektivitas pejalan kaki, elevated pedestrian deck, fasilitas integrasi transportasi, ruang publik, area hijau, hunian vertikal, serta fungsi komersial.
KAI juga menyiapkan keterhubungan kawasan dengan KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, dan rencana LRT Jakarta.
KAI saat ini tengah berkoordinasi dalam penyusunan Master Plan dan Panduan Rancang Kota (PRK) sebagai bagian dari proses pengembangan Kawasan Berorientasi Transit Manggarai.
Tahapan tersebut mencakup penyusunan dokumen perencanaan, pengajuan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga proses penetapan sesuai ketentuan tata ruang yang berlaku.