Kabut asap ganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Pontianak - ANTARA News Kalimantan Barat

August 2026 · 2 minute read

Pontianak (ANTARA) - Kabut asap yang menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter menyebabkan enam penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), mengalami keterlambatan, Jumat.

"Lima penerbangan keberangkatan yang mengalami keterlambatan yakni JT 837 rute Pontianak-Surabaya, IU 691 Pontianak-Jakarta, IW 1440 Pontianak-Ketapang, IU 683 Pontianak-Jakarta, dan IU 697 Pontianak-Jakarta," kata General Manager Bandara Internasional Supadio Maya Damayanti, di Sungai Raya, Jumat.

Sementara itu, kata dia lagi, satu penerbangan kedatangan, IU 682 rute Jakarta-Pontianak, bahkan harus melakukan *go around* sebelum akhirnya dialihkan (*divert*) ke Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 08.24 WIB.

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio mengonfirmasi gangguan operasional penerbangan tersebut terjadi akibat penurunan jarak pandang yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar bandara.

Berdasarkan data operasional, pada 18-20 Agustus 2026 tercatat 15 penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang yang terbatas.

Sementara pada Jumat pagi, terdapat lima penerbangan keberangkatan dan satu penerbangan kedatangan yang terdampak penurunan jarak pandang.

Maya mengatakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang di bandara. Koordinasi lintas instansi dengan stakeholder terkait berjalan dengan baik untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi di tengah kondisi gangguan asap saat ini," ujarnya.

Pihak Bandara Supadio bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Polres Kubu Raya terus memantau kondisi jarak pandang secara waktu nyata untuk menentukan kelayakan operasional penerbangan.

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Supadio, jarak pandang pada pagi hari turun hingga di bawah 1.000 meter akibat dampak kabut asap dari karhutla di sejumlah wilayah sekitar Bandara Internasional Supadio.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan perubahan jadwal penerbangan apabila jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan. Karena itu, calon penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala kepada maskapai masing-masing.

PT Angkasa Pura Indonesia mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan pagi, agar mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal dan mengikuti informasi resmi dari maskapai maupun pihak Bandara Supadio.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.