Kabupaten Sigi tegaskan PLTP Bora Pulu aman dan ramah lingkungan

September 2026 · 2 minute read

Kabupaten Sigi tegaskan PLTP Bora Pulu aman dan ramah lingkungan

Minggu, 6 September 2026 11:33 WIB

Image Print

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi (dua dari kiri) bersama Koordinator Penyiapan Program dan Wilayah Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Pandu Ismutadi (tengah) membahas pengembangan PLTP Bora Pulu di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. ANTARA/Moh Salam

Sigi, Sulteng (ANTARA) - Wakil Bupati Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Samuel Yansen Pongi menegaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu di daerahnya dipastikan aman dan ramah lingkungan.

"Jadi, teknologi eksplorasi panas bumi ini berdasarkan penjelasan Kementerian ESDM, tidak akan mengganggu ketersediaan air permukaan maupun ekosistem warga sekitar karena pengeborannya dilakukan sampai kedalaman 1.000 meter," kata Samuel di Bora, Minggu.

Ia mengemukakan mekanisme pengambilan energi geothermal pada proyek tersebut murni memanfaatkan uap panas dari perut bumi, bukan menguras pasokan air warga.

Menurut dia, air yang berada di kedalaman 1.000 meter tersebut ditambang uapnya untuk memutar turbin pembuat energi listrik tanpa merusak struktur tanah di atasnya.

"Pemerintah daerah terus melakukan pendekatan edukatif agar masyarakat di Desa Bora dan sekitarnya memahami fakta teknis proyek serta tidak terpengaruh oleh isu-isu penyesatan yang tidak berdasar. Pada intinya yang diambil itu hanya uapnya untuk menghasilkan panas dan energi listrik," sebutnya.

Ia menuturkan pembangunan PLTP Bora Pulu di Kabupaten Sigi menjadi salah satu solusi strategis penyediaan energi bersih karena emisi karbon yang rendah serta penggunaan lahan yang efisien.

"Pengembangan potensi panas bumi di Sulawesi Tengah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya akselerasi target net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060 mendatang," ucapnya.

Proyek PLTP Bora Pulu yang diproyeksikan memiliki kapasitas pengembangan sebesar 40 megawatt, saat ini sudah masuk dalam Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) oleh PT EDC Panas Bumi Indonesia.

"Proyek ini disiapkan untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan regional Sulawesi atau Sulbagsel serta mendukung program pendorongan transisi energi nasional secara berkelanjutan," kata dia.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLTP hanya memproduksi emisi sekitar 62,9 gram CO2 per kilowatt hour (kWh).

Tingkat emisi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil yang mencapai 998 gram CO2 per kWh.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026