Kabupaten Penajam pantau intensif kualitas udara dan penyakit - ANTARA News Kalimantan Timur

September 2026 · 2 minute read

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan pemantauan intensif terhadap  kualitas udara dan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), di kabupaten setempat, seiring musim kemarau yang masih berlangsung.

"Kemarau yang masih berlangsung sampai saat ini berdampak pada kualitas udara dan kesehatan," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Lukasiwan Eddy Saputro, Jumat, ketika ditanya menyangkut dampak kemarau terhadap kesehatan di Penajam.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menginstruksikan pemantauan terhadap kualitas udara dan penyakit yang berpotensi meningkat, karena seiring musim kemarau sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap.

Ia mengungkapkan berdasarkan laporan setiap puskesmas yang tersebar di empat kecamatan tercatat 2.364 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), atau meningkat cukup signifikan dari sebelumnya 636 kasus.

"Terjadinya kasus ISPA terutama dari dampak karhutla, sebaran debu selama musim kemarau sehingga mempengaruhi kualitas udara," tambahnya.

Pemantauan kualitas udara dilakukan secara rutin untuk melihat perubahan kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara, sekaligus mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Petugas secara intensif melakukan pemantauan terhadap kualitas udara di luar maupun di dalam ruangan, karena muncul kabut asap di sejumlah wilayah dampak karhutla akibat musim kemarau.

Pengukuran dilakukan dua kali sehari, pagi dan siang, di 11 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan, kata dia, dengan parameter PM2,5 dan PM10.

Kualitas udara masuk kategori tidak sehat,terutama di wilayah dekat titik karhutla, sehingga di setiap puskesmas melakukan pencegahan ISPA dan mengimbau masyarakat menggunakan masker, demikian Lukasiwan Eddy Saputro.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.