Kabupaten Majalengka uji coba pengembangan bawang putih varietas lokal - ANTARA News Jawa Barat

August 2026 · 2 minute read

Majalengka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menguji coba penggunaan varietas lokal dalam pengembangan bawang putih untuk menemukan jenis yang sesuai dengan kondisi lahan sekaligus memenuhi kebutuhan pasar.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan uji coba varietas lokal dilakukan di kawasan Nunuk Baru, Kecamatan Maja, setelah pemerintah daerah melakukan sejumlah percobaan budidaya bawang putih di beberapa lokasi.

"Untuk komoditas bawang putih di Majalengka, sebelumnya pernah kita lakukan uji coba tanam atau demplot di Cikaracak, Kecamatan Argapura. Namun ternyata kurang cocok," kata Eman di Majalengka, Kamis.

Menurut dia, pemerintah daerah kemudian mengembangkan bawang putih menggunakan varietas lokal di Nunuk Baru untuk melihat kesesuaiannya dengan kondisi agroklimat wilayah tersebut.

Pihaknya pun menggandeng Universitas Majalengka untuk melakukan demonstrasi plot (demplot), menggunakan varietas Starmill 99 sebagai bagian dari upaya mencari varietas yang produktif.

Namun, Eman mengatakan varietas Starmill 99 masih menghadapi kendala dari sisi pasar karena ukuran umbinya relatif kecil sehingga kurang diterima konsumen.

"Karakteristik Starmill 99 ini umbinya relatif kecil-kecil, sehingga kurang bisa diterima oleh pasar. Tetapi kami tidak berhenti," ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah terus melakukan pengujian dan pengembangan agar dapat menemukan varietas bawang putih yang tidak hanya mampu tumbuh baik, tetapi juga memiliki ukuran dan kualitas sesuai permintaan pasar.

“Pada 2026, Majalengka kembali mendapat dukungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melalui pembangunan demplot bawang putih di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, dan Desa Kancana, Kecamatan Cikijing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan masing-masing demplot Kementerian Pertanian memiliki luas 0,5 hektare sehingga totalnya mencapai satu hektare.

Selain lahan demplot, lanjut dia, budidaya bawang putih oleh petani di Desa Nunuk mencapai sekitar satu hektare, sedangkan di Desa Kancana mencapai sembilan hektare.

Gatot mengatakan keberadaan lahan petani tersebut menjadi bagian penting dalam melihat potensi pengembangan bawang putih sekaligus mendukung pengujian teknologi dan varietas.

Ia mengatakan pengembangan bawang putih akan terus didampingi, terutama untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, kesesuaian varietas, dan pemasaran.

"Selain demplot untuk pengujian dan pengembangan teknologi maupun varietas, kita juga sudah memiliki areal budidaya yang dikembangkan petani," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Majalengka uji coba pengembangan bawang putih varietas lokal

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.