Minggu, 16 Agustus 2026, 10:39 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru korban jiwa akibat gempa berkekuatan M7,7 di sekitar Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) kemarin. Berdasarkan data sementara pada Sabtu (15/8/2026) malam pukul 18.48 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.
"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Mamggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dikutip dari keterangan resmi BNPB, Minggu (16/8/2026).
Selain korban jiwa, data sementara per 15 April 2026 pukul 17.00 WIB mencatat, total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.
Merespons gempa di NTT, Berton mengatakan, BNPB turut mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT.
"Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto," imbuh dia.
Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang NTT, PLN Pulihkan 88% Pelanggan dan 98,3% Jaringan Listrik
Baca Juga: Gempa Susulan M 7,7 di Nagekeo Capai 686 Kali, 16 Gempa Bermagnitudo di Atas 5
Adapun dampak dari gempa Flores tak hanya terjadi di sekitaran NTT. Guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Berton mengutarakan, kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif. BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan.
"Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik. Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena dan Takabonerate," ungkap dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.