Jakarta (ANTARA) - Pemain tim nasional Prancis Jules Kounde ingin memberikan kemenangan sebagai kado spesial kepada negaranya yang merayakan Hari Nasional pada 14 Juli, yang bertepatan dengan laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan tim nasional Spanyol.
Laga itu digelar pada Selasa waktu setempat di Stadion Dallas, Amerika Serikat (AS) atau Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB.
"Kami benar-benar ingin membuat seluruh rakyat Prancis bangga. Sejak awal perjalanan ini kami menyadari besarnya dukungan yang kami terima. Kami bisa merasakan antusiasme yang mengelilingi tim, dan itu sangat berarti bagi kami," kata Kounde, dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa.
Laga nanti merupakan laga semifinal Piala Dunia kedua yang akan dijalani Kounde setelah edisi 2022 ketika timnya mengalahkan Maroko dengan skor 2-0.
Kounde tahu betul sulitnya memainkan semifinal Piala Dunia, di mana ia berharap perayaan yang indah didapatkan oleh timnya di akhir laga.
"Di luar itu, ini tetaplah semifinal Piala Dunia dengan taruhan yang sangat besar. Itu saja sudah menjadi sumber motivasi yang luar biasa. Kami hanya berharap semuanya akan berakhir dengan sebuah perayaan yang indah," ucap pemilik 54 caps untuk Les Bleus tersebut.
Sementara itu, untuk meraih kemenangan di laga nanti, Adrien Rabiot mengungkapkan timnya tak hanya akan berfokus kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
Menurutnya, semua pemain Spanyol berbahaya dan oleh karena itu timnya harus mewaspadai permainan tim asuhan Luis de la Fuente itu secara keseluruhan.
"Kami fokus menghadapi tim Spanyol secara keseluruhan, bukan hanya satu pemain. Kami tahu mereka berbahaya di semua area permainan, baik melalui Yamal, para pemain depan mereka, penguasaan bola, kemampuan menyerang di ruang sempit dekat kotak penalti, maupun kombinasi permainan mereka," kata Rabiot.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jules Kounde ingin beri kado spesial untuk Hari Nasional Prancis
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.