Jetski Terbalik, Turis Prancis Terombang-ambing 16 Jam di Perairan Thailand

August 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Satu keluarga Prancis terombang-ambing di laut selama lebih dari 16 jam. Jetski yang mereka tumpangi terbalik di perairan Koh Samui, Thailand.

Ayah berusia 50 tahun bersama dua anak laki-lakinya yang berusia lima dan tujuh tahun itu awalnya menyewa jetski untuk berkeliling selama 45 menit pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Namun, jetski tersebut tidak kembali sesuai waktu yang disepakati. Petugas kemudian menerima laporan dan melakukan pencarian di sekitar perairan Koh Samui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir BBC, Minggu (16/8) tim penyelamat menggunakan kapal cepat dan sejumlah jetski untuk menyisir perairan hingga ke arah Koh Phangan. Pencarian terpaksa dihentikan pada malam hari dan dilanjutkan keesokan harinya.

Ketiganya akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.00 waktu setempat pada Jumat. Mereka masih berada di laut dan terombang-ambing setelah jetski yang ditumpangi mengalami masalah.

Pejabat pemerintah setempat, Amorn Chomchoey, mengatakan ayah dan kedua anaknya ditemukan dalam kondisi pucat dan kelelahan. Mereka juga banyak menelan air laut selama berada di tengah laut.

"Ketiganya pucat dan kelelahan setelah menelan banyak air laut," kata Amorn seperti yang dikutip BBC dari AFP.

Ketiga korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Mereka diperbolehkan pulang tidak lama setelah menjalani pemeriksaan.

Kepada petugas, sang ayah mengatakan gelombang besar menghantam jetski hingga membuat mesinnya mati menjelang masa sewa berakhir. Jetski kemudian terbalik akibat kondisi laut yang bergelombang.

Dalam rekaman penyelamatan, salah satu anak terlihat duduk di bagian depan jetski yang sebagian terendam air. Sang ayah tampak mengapung di dekatnya sambil melambaikan tangan kepada tim penyelamat. Keduanya mengenakan jaket pelampung.

Ibu dan kakak perempuan kedua anak tersebut diketahui menunggu di pantai selama proses pencarian. Setelah diselamatkan, keluarga itu memilih tetap berada di Thailand dan melanjutkan liburannya.

(upd/fem)