Jepang Terbuka: Langsung Tumbang di Laga Pertama, Jonatan Christie Akui Telat Adaptasi

July 2026 ยท 2 minute read

Langkah tunggal putra yang karib disapa Jojo itu dijegal oleh tunggal putra Thailand, Panitchapon Teeraratsakul, di laga pembuka Jepang Terbuka kali ini.

Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Selasa (14/7) setempat, Jonatan Christie yang datang sebagai unggulan keempat dipaksa menyerah dengan skor akhir 16-21 dan 14-21.

Ditemui usai laga, peraih medali emas Asian Games 2018 ini membeberkan bahwa kendala utama di lapangan adalah perubahan karakter shuttlecock.

Kok yang bergulir jauh lebih kencang ketimbang saat sesi latihan resmi membuatnya kelabakan dan gagal menerapkan strategi dengan matang.

https://www.akurat.co/badminton/872095/jepang-terbuka-kirim-12-wakil-terbaik-ke-tokyo-indonesia-targetkan-akhiri-puasa-gelar

"Jadi, tadi juga sebenarnya sedikit berubah cara mainnya, pola strateginya, tetapi tadi masih kurang bisa mengatasi perubahan cara bermainnya itu," kata Jonatan melalui keterangan resmi yang diterima Akurat.co.

Jojo sejatinya sempat membuka harapan di awal gim pertama setelah memimpin 5-0 hingga 7-4. Namun, petaka datang ketika wakil Thailand berhasil meraup tujuh angka beruntun yang langsung membalikkan keadaan.

Selepas interval, Jojo sempat mencoba mengejar dan memangkas jarak, namun Teeraratsakul tampil solid untuk mengamankan gim pertama.

Memasuki gim kedua, penampilan Jojo kian merosot. Ia langsung tertinggal 0-4 di awal laga dan kesulitan keluar dari tekanan.

Jarak terdekat Jojo hanyalah pada kedudukan 2-4 sebelum akhirnya Teeraratsakul melesat jauh dan menutup pertandingan dengan kemenangan.

"Bisa dibilang juga saya terlambat bereaksi dan beradaptasi terutama di gim kedua. Sempat ambil beberapa poin beruntun, tetapi sudah terlalu jauh beda jaraknya, cukup sulit untuk mengejar. Hari ini Panitchapon juga bermain lebih agresif," jelas Jojo.

Bagi Teeraratsakul, kemenangan ini menjadi ajang balas dendam yang manis atas Jonatan.

Pasalnya, pada pertemuan perdana mereka di babak semifinal Indonesia Terbuka 2026 lalu, wakil Negeri Gajah Putih itu dipaksa takluk lewat duel ketat rubber game.

Kemenangan di Tokyo ini sekaligus membuat rekor pertemuan kedua pemain kini menjadi berimbang 1-1.

Tumbangnya Jonatan tentu menjadi kerugian besar bagi skuad Merah Putih, mengingat Indonesia hanya mengirimkan tiga wakil di sektor tunggal putra.

Gugurnya Jojo membuat tumpuan harapan kini sepenuhnya beralih ke pundak dua pemain belia Pelatnas, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah.