REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, meyakini proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung Barat akan menjadi contoh keberhasilan pengelolaan sampah modern berbasis teknologi bagi daerah lain di Indonesia.
Myochin mengatakan proyek tersebut telah melalui berbagai tahapan penting, mulai dari penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA), revisi perjanjian kerja sama, hingga perjanjian penjaminan.
"Saya juga sangat berharap setelah ini dapat mencapai penandatanganan perjanjian pembiayaan dan dimulainya konstruksi pada tahun ini," ujar Myochin saat groundbreaking PSEL Legok Nangka di Legok Nangka, Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Menurut Myochin, pembangunan PSEL tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah dan menghasilkan energi listrik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Ia menjelaskan pengalaman Jepang menunjukkan fasilitas insinerasi modern dapat berdiri berdampingan dengan kawasan permukiman tanpa menimbulkan gangguan berarti karena didukung teknologi tinggi dan pemeliharaan yang ketat.
"Di sekitar fasilitas insinerasi sampah di Jepang sangat jarang terjadi masalah. Bahkan, banyak fasilitas yang dapat dibangun di tengah kawasan permukiman. Berkat teknologi yang canggih dan pemeliharaan yang cermat, fasilitas-fasilitas tersebut telah beroperasi secara stabil selama puluhan tahun," ujarnya.
Myochin juga menyampaikan keyakinannya terhadap konsorsium yang dipimpin Sumitomo Corporation, Kanadevia, dan Kyuden International sebagai pelaksana proyek.
Menurut dia, keberhasilan PSEL Legok Nangka akan menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain yang ingin mengembangkan fasilitas serupa.
"Saya yakin proyek yang dikerjakan PT Jabar Environmental Solution, perusahaan patungan (joint venture) antara Sumitomo Corporation, Hitachi Zosen (Hitz), dan PT Energia Prima Nusantara, akan menjadikan tempat ini sebagai contoh yang baik bagi pemerintah daerah lain," kata Myochin.
Ia menambahkan proyek Legok Nangka merupakan buah kolaborasi internasional yang melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA), Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam proses penyiapan proyek dan tender skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (public-private partnership/PPP).
Bahkan, ke depan sejumlah investor internasional dari Belanda dan lembaga pembangunan lainnya juga direncanakan bergabung.
"Melalui kolaborasi semacam ini, saya sangat berharap pembangunan infrastruktur pengolahan sampah di Indonesia akan semakin maju. Melalui proyek Legok Nangka ini pula saya berharap hubungan kerja sama yang kokoh antara Indonesia dan Jepang akan terus berlanjut," katanya.
sumber : Antara