Jakarta -
Perbandingan harga makanan yang dibeli langsung versus online rupanya jauh berbeda. Seorang pria menyadari perbedaan harganya mencapai 2 kali lipat!
Memesan makanan secara online memang lebih praktis dan mudah. Namun kadang kepraktisan tersebut 'dibayar' dengan harga lebih mahal.
Membandingkan harga makanan dilakukan oleh seorang pria di Hyderabad, India. Baru-baru ini ia menyadari adanya perbedaan signifikan antara harga makanan yang ia beli langsung di restoran dengan makanan yang sama di aplikasi ojek online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat unggahan di akun X @idlebrainjeevi, pria tersebut menampilkan perbandingan tagihannya di restoran dan kantong belanjanya di aplikasi Swiggy. Makanan yang ia sudah beli di restoran adalah Panchakattu Dosa atau variasi hidangan dosa (pancake tipis berbahan beras dan lentil fermentasi khas India). Pria tersebut membelinya di Banjara Hillss, Hyderabad.
Dilihat dari struk tagihan, tiga item dosa yang ia beli langsung di restoran memiliki total harga hanya Rs 230 atau sekitar Rp42.452 sudah termasuk dengan pajak. Secara lebih rinci, menu Neyyi Kaaram Onion Dosa dihargai Rs 104 (Rp19.195).
Sedangkan Neyyi Pongal dibanderol seharga Rs 85 (Rp15.688) dan Filter Coffeenya dihargai Rs 28 (Rp5.167). Total secara keseluruhan adalah Rs 219 (Rp40.420) dan setelah tambahan pajak menjadi Rs 230 (Rp42.445), lapor news18.com (13/9).
Ini bukti struk tagihan makan pelanggan ketika membeli langsung di restoran. Foto: X @idlebrainjeevi
Namun, jika dipesan lewat aplikasi Swiggy, rupanya perbandingan harganya jauh berbeda. Harga di Swiggy lebih mahal untuk makanan serupa.
Hidangan Neyyi Kaaram Onion Dosa memiliki harga Rs 149 (Rp27.500). Sedangkan Neyi Pongal dihargai Rs 115 (Rp27.500). Filter Coffee spesialnya dihargai Rp 120 (Rp22.148). Sebelum menggunakan kupon atau diskon apa pun pesanan ini pun memiliki total harga Rs 436 (Rp80.474).
Jadi, bisa disimpulkan harga makanan di aplikasi online lebih mahal dua kali lipat dari yang dibeli langsung. Perbedaan mencolok ini pun dengan cepat menarik perhatian pengguna media sosial. Beberapa memperdebatkan apakah pesan antar makanan online sepadan dengan biaya tambahannya.
Sembunyikan kutipan teks
Seorang netizen berkomentar, "Biaya makan di restoran + transportasi lebih murah daripada memesan melalui platform pengiriman online. Secara finansial, lebih sehat untuk mengunjungi restoran langsung di dekat rumah."
Di sisi lain ada juga netizen yang membela perbedaan harga ini. Ia menyebut jika platform pengiriman makanan perlu memperhitungkan orang-orang yang terlibat dalam layanan tersebut. Jika harganya sama persis, sopir ojek online tidak akan mendapat penghasilan.
Ketika dicek lewat aplikasi ojek online, harga makanannya jauh lebih mahal. Foto: X @idlebrainjeevi
Tetapi ada juga yang menyarankan pelanggan untuk menggunakan diskon dan kupon. Netizen mengungkap cara tersebut bisa mempersempit selisih harganya.
Ada juga yang menyoroti soal pajak dan biaya tambahan terkait pemesanan online.
"Ya, benar, kita membayar dua kali lipat biaya cgst, pajak hotel, pajak dan biaya Swiggy serta komisi. Lebih baik kita pergi keluar dan membeli untuk menghemat uang dan pajak juga," ujar netizen ini.
(aqr/adr)