James Gunn dan Peter Safran Dipastikan Bertahan Pimpin DC Studios Pasca Merger Skydance |Republika Online

October 2026 · 3 minute read

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Posisi sineas James Gunn dan rekannya Peter Safran sebagai pimpinan DC Studios dipastikan aman di tengah proses merger besar antara Warner Bros. Discovery (WBD) dengan raksasa hiburan Paramount Skydance. Kepastian ini muncul setelah keduanya melakukan pertemuan langsung dengan petinggi Skydance, David Ellison, pada Kamis (1/10) waktu setempat.

Berdasarkan laporan The Hollywood Reporter, Jumat (2/10), pertemuan tersebut berlangsung positif. Sebuah sumber internal menyebutkan bahwa Gunn dan Safran diminta untuk tetap bertahan dan melanjutkan pekerjaan mereka. "Terus lakukan apa yang sedang kalian lakukan," demikian pesan yang disampaikan kepada kedua petinggi DC Studios itu.

Logo DC Muncul di Video Perkenalan Skydance

DC Studios tampaknya akan memainkan peranan krusial dalam susunan perusahaan baru Skydance. Indikasi kuat terlihat dalam video perkenalan Skydance yang baru, di mana logo bundar khas DC Studios tampil berdampingan dengan logo gunung ikonik Paramount dan perisai Warner Bros. Kehadiran logo DC dalam konstelasi tersebut merupakan sinyal jelas mengenai betapa pentingnya merek DC, baik studio maupun penerbitnya, bagi entitas bisnis yang baru.

Meski demikian, detail struktur organisasi masih belum jelas. Belum diketahui secara pasti kepada siapa James Gunn dan Peter Safran akan melapor. Apakah mereka akan bertanggung jawab langsung kepada David Ellison selaku Pendiri dan CEO Skydance Media, atau kepada Josh Greenstein dan Dana Goldberg yang merupakan pimpinan di Paramount.

Dukungan Penuh untuk Proyek Mendatang

Satu hal yang pasti, pemilik Skydance Media memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Gunn dan Safran. Konsensus umum yang terbangun adalah mereka setidaknya harus menyelesaikan perilisan film-film yang sudah rampung atau memasuki tahap pasca-produksi. Proyek-proyek tersebut meliputi film thriller horor Clayface yang dijadwalkan rilis pada 23 Oktober, dan terutama Man of Tomorrow, sekuel Superman beranggaran besar yang akan tayang pada Juli 2027.

Sebagai wujud dukungan nyata, David Ellison bahkan dilaporkan telah mengunjungi lokasi syuting film Man of Tomorrow di Atlanta selama musim panas lalu. Langkah ini diambil untuk menghindari terulangnya situasi buruk yang menimpa perilisan The Flash dan Aquaman and the Lost Kingdom pada 2023. Kedua film tersebut dibuat oleh satu studio namun dirilis oleh studio lain, yang akhirnya membuatnya terlantar dan berkinerja buruk di box office.

Nasib Eksekutif di Tengah Merger

Kendati posisi Gunn dan Safran saat ini terjamin, sejarah mencatat bahwa nasib para eksekutif bisa berubah dengan cepat. Contohnya adalah nasib petinggi Warner Bros., Pam Abdy dan Michael DeLuca. Keduanya sebelumnya juga sempat bertemu David Ellison pada musim panas 2026 dan diyakini akan tetap bertahan pasca merger. Namun, kondisi di lapangan berubah dan membuat mereka harus tersingkir di tengah proses peleburan perusahaan.

Terlepas dari dinamika tersebut, kemunculan logo DC merupakan kabar baik bagi DC Comics. Dalam dua tahun terakhir, penerbit tersebut telah berhasil melampaui penjualan dan pangsa pasar pesaingnya, Marvel Comics, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Keberhasilan ini didorong oleh peluncuran Absolute Universe yang baru serta fokus pada pembangunan kembali hubungan dengan para kreator.

Sebelum merger dengan Skydance, sempat beredar rumor bahwa Warner Bros. Discovery di bawah kepemimpinan David Zaslav ingin menjual DC Studios. Namun, kemungkinan hal itu terjadi kini semakin kecil. "Ini adalah penghasil IP," kata seorang sumber yang mengetahui seluk-beluk DC dan dunia komik.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara