Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta ribuan psikolog klinis untuk keluar dari zona nyaman puskesmas dan rumah sakit guna turun langsung menyisir 5.312 desa demi meredam potensi gangguan kesehatan jiwa masyarakat akibat beban ekonomi.
Langkah jemput bola ini dinilai mendesak mengingat kompleksitas tekanan sosial masyarakat di 27 kabupaten/kota yang saat ini masih dibayangi angka kemiskinan sebesar 6,78 persen serta tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,64 persen.
"Psikolog klinis bukan menunggu masyarakat datang, tidak bisa. Psikolog klinis yang harus datang ke masyarakat, keliling jemput bola, makanya kompetensi psikolog klinis menjadi sangat relevan, bukan untuk mencari zona nyaman," kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman dalam keterangan di Bandung, Senin.
Sebagai penguat untuk akselerasi, Herman menekankan perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) tenaga medis, salah satunya melalui Workshop Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinkes Jabar, agar penanganan depresi serta persoalan mental warga di level akar rumput terintervensi sejak dini.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Samantha Dewi Erwan Setiawan mendorong penguatan peran psikolog sebagai pembimbing klinis lapangan agar standar pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas kabupaten/kota setara dengan fasilitas rumah sakit rujukan.
"Semoga acara ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya bagi ibu dan bapak yang menjadi perwakilan di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota di Jawa Barat," ujar Samantha.
Sementara itu, Ketua Kolegium Psikologi Klinis Indria Laksmi Gamayanti, mengapresiasi terobosan Pemprov Jabar yang memelopori integrasi psikologi klinis yang kini telah dilakukan hingga tingkat puskesmas desa secara terstruktur dan berkelanjutan dan terus berkembang.
"Melalui berbagai pelatihan, para psikolog diharapkan semakin siap menjalankan perannya dan semakin dekat dengan masyarakat," ujar Indria.
Indria optimistis pelatihan berkala ini akan mematangkan kesiapan para praktisi kesehatan mental dalam merespons dinamika persoalan sosial masyarakat Jawa Barat secara responsif, humanis, dan profesional.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.