J&T mengembangkan ekonomi sirkular, menekan 1,25 ton emisi karbon

August 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan J&T Express mulai memperkuat penerapan ekonomi sirkular melalui J&T Sustainability Impact Program (J&T SIP) dengan mengolah kembali limbah tekstil dari seragam operasional menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Brand Manager J&T Express Herline Septia mengatakan proses upcycling tersebut diperkirakan mampu menghindari 1,25 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e), atau setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.

"Kami percaya keberlanjutan itu juga adalah hal yang kita terus ingin jalankan. Nah, makanya kita baru saja mulai menjalankan program Upcycle seragam, bagaimana baju-baju kurir ini bisa menjadi satu produk yang baru, punya nilai yang benar-benar bermanfaat," ujar Herline dalam perayaan 11 tahun J&T Express di Jakarta, Rabu.

Program tersebut dijalankan J&T Express melalui kolaborasi dengan Liberty Society, perusahaan sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.

Inisiatif ini menggabungkan aspek lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan kembali material yang sudah tidak digunakan.

Melalui J&T SIP, sekitar 146 kilogram limbah tekstil telah diolah kembali menjadi produk baru.

Selain memberikan manfaat lingkungan, program tersebut memiliki dimensi ekonomi melalui pelibatan kelompok masyarakat marginal dalam proses pengolahan limbah tekstil.

Herline mengatakan kelompok masyarakat yang terlibat mendapatkan pelatihan sekaligus kesempatan mengerjakan proyek pengolahan seragam bekas.

Dengan demikian, aktivitas upcycling tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang peningkatan keterampilan dan penghasilan.

Herline mengatakan keberlanjutan menjadi bagian dari upaya J&T Express untuk membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Ke depan, J&T Express berharap inisiatif serupa dapat diperluas sehingga semakin banyak material operasional yang dapat digunakan kembali dan memiliki nilai ekonomi.

"Sebelas tahun ini, kita bukan mengukur seberapa besar J&T sudah, tapi seberapa lebih baik lagi kita bisa melayani dan memberikan layanan yang lebih baik di Indonesia," ujar Herline.

Pewarta : Fitra Ashari
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026