IUQI Bogor Kirim Mahasiswa KKM ke Thailand Arab Saudi |Republika Online

July 2026 · 2 minute read

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Rektor Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor, Dr. KH. Syamsul Rizal, secara resmi melepas 422 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) IUQI Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin (27/7/2026). Sebanyak 31 kelompok KKM akan melaksanakan pengabdian di berbagai daerah, terdiri atas 29 kelompok KKM Nasional dan 2 kelompok KKM Luar Negeri, masing-masing di Thailand dan Arab Saudi.

Program KKM tahun ini mengusung tema "Mewujudkan Desa Berdaya melalui Ketahanan Pangan dan Menguatkan Nilai-Nilai Ahlussunnah Waljamaah." Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial.

Kegiatan pelepasan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana KKM, Dr. Ahmad Idhofi, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan institut, panitia, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa yang telah mengikuti rangkaian pembekalan sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Dalam laporannya, Dr. Ahmad Idhofi, M.Pd. menegaskan bahwa KKM bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan bentuk pengabdian yang dilakukan secara kolektif dengan mengusung semangat "Bergerak, Serempak, Berdampak." Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan KKM tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam menjaga adab, akhlak, serta mengimplementasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) di tengah masyarakat.

Sementara itu, Rektor IUQI Bogor, Dr. KH. Syamsul Rizal MZ., S.H.I., M.Pd.I., dalam arahannya menyampaikan bahwa KKM merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang dipadukan dengan penelitian. Ia berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rektor juga menyampaikan empat pesan utama kepada seluruh peserta KKM. Pertama, aktif, dengan berinisiatif memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga isu kesehatan seperti pencegahan stunting. Kedua, kolaboratif, yaitu membangun sinergi bersama pemerintah desa, perangkat wilayah, dan seluruh elemen masyarakat. Ketiga, substantif, dengan menjalankan program kerja yang memberikan dampak nyata. Keempat, inovatif, melalui berbagai program kreatif yang dapat menjadi warisan positif di lokasi pengabdian.

Selain itu, Rektor mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga sikap rendah hati, menjunjung tinggi etika, menjaga nama baik almamater Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor, serta menyelesaikan pengabdian dengan penuh tanggung jawab hingga kembali ke kampus.