Jakarta, CNN Indonesia --
Italia menyampaikan kemarahannya usai 60 ribu warga Maroko yang merupakan migran ilegal dilaporkan menyerbu wilayah otonomi khusus Ceuta, Spanyol.
Mereka berdatangan ke wilayah tersebut dengan berenang menyeberangi laut. Aksi itu menyebabkan 34 orang tewas tenggelam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Italia kemudian mengancam Madrid karena mulai waswas para imigran ilegal itu juga akan menyeberangi wilayah Italia.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyerukan agar Spanyol diskors dari Area Schengen Uni Eropa yang bebas visa karena lonjakan migran yang memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta dari negara tetangga Maroko.
Pernyataan Meloni disampaikan pada Kamis, tak lama setelah Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyampaikan seruan serupa, dengan alasan bahwa masuknya migran ilegal menimbulkan ancaman bagi keamanan Eropa.
"Kami sedang dalam proses mengumpulkan otoritas yang berwenang dan, setelah pertemuan ini selesai, kami siap untuk bertindak, termasuk melalui langkah-langkah luar biasa seperti menangguhkan perjanjian Schengen dengan Spanyol," kata Meloni dalam sebuah unggahan di X.
Meloni mengatakan banyak migran, termasuk anak-anak, berenang untuk mencapai wilayah tersebut dan ia menggambarkan pemandangan itu amat mengerikan.
"Italia tidak akan tinggal diam," kata Meloni.
Sebelumnya, Tajani juga menyerukan tindakan terhadap Spanyol.
"Saya mendukung penutupan Area Schengen dengan Spanyol," tulisnya di X, mengklaim bahwa "imigrasi ilegal dan tidak terkendali menimbulkan bahaya bagi keamanan nasional."
Tajani menyalahkan Spanyol yang memberikan kewarganegaraan Spanyol termasuk pula Uni Eropa kepada lebih dari 500 ribu migran. Ia menilai kebijakan itu "sangat keliru" hingga menyebabkan kasus perdagangan manusia.
Kecaman Tajami kemudian dibalas oleh kritikan Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares.
Ia menilai komentar tersebut sangat "tidak pantas" untuk "negara mitra dan sahabat yang dari mereka kita mengharapkan solidaritas Eropa, bukan demagogi partisan."
Area Schengen merupakan kebijakan imigrasi yang memungkinkan perjalanan tanpa paspor di 29 negara Eropa yang telah menghapus kontrol perbatasan rutin di perbatasan bersama mereka.
Sebelumnya, presiden wilayah otonomi Ceuta Juan Jesus Vivas mengatakan bahwa sekitar 60 ribu migran ilegal dari Maroko menyeberang ke wilayahnya dengan berenang di laut.
Vivas mengatakan banyak di antaranya berenang melewati penghalang perbatasan yang membentang ke air. Sebanyak 34 orang pun tewas dalam upaya mereka menyeberang ke Ceuta. Ia tidak memberikan rincian tentang bagaimana para korban meninggal.
(bac)
[Gambas:Video CNN]