Iran Tegaskan Tetap Patuhi Gencatan Senjata, Bantah Klaim Trump yang Sebut Kesepakatan Berakhir

July 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Pemerintah Iran menegaskan tetap mematuhi komitmen dalam perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat, meski Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan tersebut telah berakhir dan kembali melontarkan ancaman keras kepada Teheran.

Pernyataan Iran disampaikan pada Jumat (10/7/2026) di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah bentrokan terbaru di kawasan Teluk memicu kekhawatiran akan kembalinya konflik berskala besar di Timur Tengah.

Iran Klaim Tetap Pegang Komitmen Perdamaian

Teheran menegaskan telah menjalankan seluruh kewajiban yang tercantum dalam kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati bersama Washington.

Pemerintah Iran menyatakan tetap berkomitmen menjaga proses perdamaian meskipun situasi keamanan kembali memanas akibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan tersebut muncul setelah hubungan kedua negara kembali memburuk menyusul insiden di Selat Hormuz yang mengguncang kesepakatan damai yang selama beberapa bulan terakhir berupaya mengakhiri konflik berkepanjangan.

Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, meski Amerika Serikat tetap bersedia melanjutkan proses perundingan.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan Washington menerima permintaan Iran untuk kembali melakukan pembicaraan, namun menegaskan bahwa status gencatan senjata tidak lagi berlaku.

"Republik Islam Iran meminta kami melanjutkan pembicaraan. Kami menyetujuinya, tetapi Amerika Serikat telah menyampaikan dengan sangat jelas bahwa gencatan senjata telah berakhir," tulis Trump.

Trump Kembali Ancam Iran

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.

Dalam unggahan terpisah di Truth Social, ia mengancam akan menghancurkan Iran apabila Teheran melakukan atau mencoba melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu retorika paling keras dari Trump sejak konflik terbaru kembali memanas.