Iran Peringatkan AS: Setiap Ancaman Baru Akan Dibalas dengan Respons "Menghancurkan"

August 2026 · 2 minute read

AKURAT.CO Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap ancaman baru dari Washington akan dibalas dengan respons yang “menghancurkan” dan tegas. Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintahan Presiden Donald Trump berencana menerapkan sanksi ekonomi paling keras dalam sejarah terhadap Iran dan negara-negara yang masih memberikan dukungan ekonomi kepada Teheran.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menegaskan bahwa militer Iran berada dalam kondisi siap menghadapi eskalasi baru.

“Dengan kesiapan di darat, laut, udara, pertahanan udara, dan dunia maya, angkatan bersenjata Iran akan merespons ancaman baru musuh dengan respons yang menghancurkan, menghukum, dan menentukan,” kata Abdollahi, seperti dikutip media Iran, Jumat (21/8).

Ancaman Iran disampaikan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan mengumumkan rincian sanksi baru pada Senin. Presiden Donald Trump sebelumnya memperingatkan negara mana pun yang memberikan “bentuk bantuan apa pun” kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat.

Bessent bahkan mengatakan kepada CNBC bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk membuat pemerintahan Iran runtuh.

Iran Siapkan Respons di Tengah Tekanan Ekonomi

Ketegangan terbaru terjadi ketika Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat perang dan sanksi internasional.

Serangan Amerika Serikat telah melemahkan perekonomian serta sebagian kekuatan militer konvensional Iran. Namun, Teheran masih memiliki kemampuan rudal dan drone yang cukup besar untuk mengganggu lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan menyerang sejumlah kepentingan negara-negara rival di kawasan.

Selama hampir lima dekade, Iran telah menghadapi berbagai sanksi ekonomi sejak Revolusi Islam 1979. Kondisi tersebut kini diperparah oleh inflasi tinggi, pelemahan mata uang, kekurangan energi, serta kerusakan infrastruktur.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan Teheran harus menyiapkan strategi untuk menghadapi tekanan ekonomi baru.

“Kita harus membuat rencana untuk menghadapi sanksi yang tidak adil agar dapat mengatasinya,” kata Qalibaf saat berada di Irak.

Namun, Qalibaf juga mengakui bahwa kekuatan militer saja tidak cukup untuk mempertahankan negara jika kondisi ekonomi terus memburuk.