Bagikan:
JAKARTA - Iran pada Hari Senin menyatakan negosiasi dengan Oman terkait lalu lintas transit di Selat Hormuz berjalan "lancar dan konstruktif."
"Kesepahaman telah dicapai mengenai peta lalu lintas pelayaran, dan konsultasi terus berlanjut untuk memfinalisasi beberapa poin teknis dalam pernyataan bersama," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers mingguan, sebagaimana dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, melansir Anadolu (10/8).
Lebih jauh Baghaei mengatakan, mekanisme akan dibentuk untuk menjamin keselamatan lalu lintas maritim, melindungi lingkungan, dan menangani "kejahatan maritim."
"Ditegaskan pula, biaya dan tarif terkait akan dikenakan untuk penyediaan layanan maritim bagi kapal-kapal," tambahnya.
Ia menjelaskan, tujuan utama dari pembicaraan yang sedang berlangsung antara Teheran dan Muscat "adalah mencapai kesepahaman jangka panjang yang menjamin keamanan penuh di selat tersebut."
Diskusi dengan Oman "hanyalah proses bilateral untuk menentukan rute aman bagi pelayaran internasional dan tidak ada kaitannya dengan perbedaan politik," imbuhnya.
Baghaei juga menegaskan, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai Washington memenuhi tuntutan Teheran, termasuk penghentian blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pernyataan ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi mengenai masa depan navigasi di Selat Hormuz.
BACA JUGA:
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Bulan Juni dengan mediasi Pakistan dan Qatar, yang mengakhiri permusuhan aktif dan memulai negosiasi menuju kesepakatan yang lebih luas.
Nota kesepahaman tersebut mencakup rencana pemulihan bertahap pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Namun, pelaksanaannya terhenti karena kedua belah pihak saling melontarkan tuduhan pelanggaran terhadap ketentuan kesepakatan tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+