Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

July 2026 · 3 minute read

Liputan6.com, Teheran - Iran pada Minggu (12/7/2026) mengumumkan penutupan Selat Hormuz setelah menyerang sebuah kapal yang berlayar melalui jalur yang tidak diizinkan. Teheran memperingatkan bahwa setiap aksi balasan atas insiden tersebut akan dihadapi dengan respons keras.

"Sebuah kapal yang membahayakan keamanan pelayaran dengan mematikan sistemnya telah diserang dan dipaksa berhenti," kata Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya seperti dilaporkan CNA.

IRGC tidak mengungkapkan identitas maupun rincian kapal tersebut.

Menurut pernyataan IRGC, sejumlah kapal berusaha melintasi perairan tersebut melalui "jalur yang tidak diizinkan" dan mengabaikan peringatan untuk mengubah haluan.

IRGC menyatakan Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai campur tangan Amerika Serikat (AS) di kawasan ini berakhir.

Angkatan Laut IRGC juga memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi terhadap Iran akan dihadapi dengan respons keras, sementara pangkalan-pangkalan musuh yang baru dibangun di kawasan akan menjadi sasaran.

Sementara itu, tidak lama setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, militer AS mengatakan telah melancarkan gelombang baru serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi itu sebagai gelombang ketiga serangan terhadap Iran pada pekan ini. Serangan tersebut dilancarkan setelah pasukan IRGC secara terang-terangan menyerang M/V GFS Galaxy, sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang tengah melintasi Selat Hormuz.

"AS terus membebankan konsekuensi berat kepada Iran dengan melemahkan kemampuannya menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal niaga yang berlayar bebas melalui selat tersebut," kata CENTCOM.

CENTCOM menambahkan, serangan dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump.

"AS menuntut Iran menyatakan secara terbuka bahwa mereka akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Washington juga meminta seluruh jalur pelayaran dibuka tanpa pungutan apa pun," kata sejumlah pejabat senior AS kepada wartawan pada Jumat (10/7).

Trump pada Jumat mengatakan Washington dan Teheran telah sepakat untuk melanjutkan perundingan meski ketegangan meningkat sepanjang pekan ini. Pada saat yang sama, Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir.

Kepada Reuters, seorang sumber senior Iran mengungkapkan bahwa negaranya bersama AS, Qatar, dan Pakistan sepakat menggelar perundingan telepon pada Sabtu (11/7), bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi ke Oman.

Araqchi ,menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, bertemu Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi di Oman untuk membahas mekanisme yang tepat guna menjamin pelayaran kapal secara aman melalui Selat Hormuz.

Kantor berita pemerintah Oman kemudian melaporkan bahwa para perunding Oman dan Iran akan melanjutkan pembicaraan di tingkat teknis dan politik.

Oman tengah berupaya menengahi penghentian perang yang mengguncang stabilitas kawasan Teluk dan memicu kenaikan harga di berbagai negara sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari.

Sebelum perang pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Penutupan efektif jalur tersebut oleh Iran telah mendorong lonjakan harga energi dan memperparah inflasi global.