Bogor (ANTARA) - IPB University berkolaborasi dengan PT PELNI dalam pengembangan ekosistem bisnis perikanan berbasis potensi lokal di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAAI) IPB University Danang Aria Nugroho dalam keterangannya yang diterima di Bogor, Selasa, mengatakan kolaborasi itu dalam kegiatan budi daya ikan kerapu di Pulau Kapota melalui pendekatan One Village One CEO (OVOC) dan pengembangan keramba jaring apung (KJA).
"Pengembangan kerapu di Pulau Kapota tidak hanya diarahkan pada aspek produksi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem usaha yang mencakup pengelolaan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan pasar, hingga hilirisasi," kata Danang.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui inisiasi dan replikasi model sea farming dengan menjadikan KJA sebagai salah satu instrumen inovasi.
KJA diharapkan menjadi titik masuk untuk membangun ekosistem usaha perikanan masyarakat secara lebih terarah dan terkontrol, sekaligus membuka peluang pengembangan rantai nilai usaha kerapu dari hulu hingga hilir.
Komoditas ikan kerapu dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan potensi perairan setempat serta peluang ekonominya. Pengembangan komoditas ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan budi daya, tetapi dapat berkembang menjadi rantai nilai usaha dari hulu hingga hilir yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Pulau Kapota.
Bagi IPB University, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerjemahan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.
Selain itu telah dibentuk kelompok nelayan yang terdiri atas 10 orang. Kelompok tersebut diharapkan menjadi pengelola utama KJA sekaligus menjadi embrio kelembagaan ekonomi masyarakat yang dapat mengembangkan budi daya kerapu secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu juga digelar pelatihan Tata Kelola Kelembagaan oleh dosen Departemen Budidaya Perairan IPB University, Wildan Nurussalam.
Pelatihan itu untuk memperkuat kapasitas kelompok nelayan agar mampu menjalankan kelembagaan secara lebih terstruktur, membagi peran dan tanggung jawab, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan usaha budi daya kerapu.
Melalui kolaborasi ini, pengembangan ekosistem bisnis kerapu di Pulau Kapota diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi masyarakat pesisir berbasis potensi lokal dan inovasi yang dapat terus dikembangkan serta direplikasi di wilayah lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IPB-Pelni kolaborasi kembangkan ekosistem perikanan lokal di Wakatobi
Pewarta: Syarif Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.