Investor pasar modal Jateng didominasi generasi muda
Selasa, 21 Juli 2026 23:26 WIB
Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI Abdul Azis Albakkar. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyebutkan bahwa investor pasar modal di Jawa Tengah (Jateng) didominasi oleh generasi muda, termasuk gen Z, seiring dengan pertumbuhan investor muda di pasar modal Indonesia yang cukup signifikan.
"Investor pasar modal di Jateng didominasi investor muda berusia kurang dari 30 tahun dan usia 31-40 tahun dengan porsi 82,97 persen dari total 3,19 juta investor," kata Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI Abdul Azis Albakkar di Semarang, Selasa, saat sosialisasi dan edukasi pasar modal yang digelar KSEI bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
KSEI merupakan lembaga penyimpanan dan penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia yang menyediakan layanan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek yang teratur, wajar, dan efisien,
Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan investor muda secara nasional di pasar modal Indonesia juga meningkat sebesar 78,83 persen sejak 2026.
Menurut dia, peningkatan investor muda di pasar modal itu, salah satunya disebabkan kian mudahnya transaksi pasar modal dan bisa mengeluarkan investasi dengan dana minim.
"Barangkali kalau dulu untuk transaksi di pasar modal perlu minimal Rp10 juta, dan lain sebagainya, sekarang Rp100 ribu pun sudah bisa. Akses lebih mudah lewat HP atau lewat internet," katanya.
Artinya, para investor muda itu tidak perlu datang ke kantor untuk membuka rekening dan melakukan transaksi pasar modal, melainkan cukup melalui gawai (gadget).
"Mereka pantau pun sudah bisa, kemudian pakai 'online trading' di perusahaan efek. Sambil tunggu kuliah barangkali atau pelajaran yang lain, mereka sudah bisa ikut berinvestasi di pasar modal," katanya.
Sedangkan dari sisi pekerjaan, investor di Jateng didominasi oleh profesi karyawan, baik karyawan swasta, pegawai negeri,
guru, TNI, polisi, pensiunan dengan total 48,95 persen.
Berdasarkan data KSEI per 30 Juni 2026, pertumbuhan investor pasar modal di Jateng menunjukkan tren yang positif.
Ia menyebutkan Jateng merupakan Provinsi dengan jumlah investor ke-4 terbesar dari 38 provinsi di Indonesia, yaitu sebanyak 3,19 juta investor.
Bersumber pada jumlah tersebut, Kota Semarang menduduki posisi pertama dengan jumlah investor sejumlah 198.180 (6,21 persen) dari total jumlah investor di pasar modal yang telah mencapai 28,96 juta investor.
Cakupannya, investor pemilik saham dan surat berharga lainnya, surat utang, reksa dana, dan surat berharga negara yang diterbitkan Bank Indonesia.
"Jumlah ini juga meningkat 42,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya," katanya.
Rangkaian kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang dilaksanakan itu meliputi media gathering, gathering pengurus Galeri Investasi di Jateng, kegiatan training for trainers untuk perusahaan efek dan agen penjual efek reksa dana di Jateng, dan gathering dengan investor.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.