Kementerian Perindustrian menunggu komitmen investasi program kendaraan bermotor emisi karbon rendah (LCEV) yang mencapai Rp 21,2 triliun bisa diwujudkan. Saat ini realisasi investasi baru mencapai Rp 5,5 triliun.
“Kami semua, pemerintah, market menunggu komitmen Rp 21,5 triliun bisa terwujud,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam acara pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (30/7).
Dia menyebut program LCEV yang berjalan sejak 2021 lalu ini telah menyerap tenaga kerja sekitar 195 ribu orang. Hingga saat ini sudah ada 16 perusahaan perakitan serta 332 pemasok komponen dalam negeri berasal dari industri kecil dan menengah yang ada dalam program tersebut. Jumlahnya tumbuh 127% sejak program dimulai.
Agus mengatakan level atau TKDN kendaraan elektrifikasi tersebut rata-rata berada pada kisaran 40 sampai 46%, bahkan ada merek yang sudah bersertifikat TKDN sampai 80%.
Dia menyebut guna mewujudkan target investasi LCEV, pemerintah menginginkan percepatan realisasi. Program ini juga didorong untuk memperdalam rantai pasok hingga lapis kedua dan ketiga agar menciptakan ketahanan industri dan melibatkan banyak industri kecil dan menengah.
“Jadikan industri sebagai basis produksi dan basis ekspor bagi kawasan,” ujarnya.
Dia menyampaikan ketika investasi ini bisa direalisasikan, maka pemerintah akan menjaga keputusan investasi jangka panjang. Hal ini dilakukan melalui kepastian dan konsistensi kebijakan.
Agus menyebut Kementerian Perindustrian akan mendampingi, mengevaluasi, dan memantau secara berkala, guna memastikan setiap komitmen bisa mudah diwujudkan.
Tak hanya soal LCEV, dia juga mengatakan proses transformasi Indonesia menuju kendaraan rendah emisi berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
“Datanya mengatakan pada semester 1 tahun 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi tumbuh 69,4% menjadi 117.000 unit atau 26,8% dari total sales kendaraan penumpang nasional, dengan 69.000 unit diantaranya berupa EV,” ucapnya.
Data Penjualan Mobil Semester 1 2026
Berdasarkan data GAIKINDO yang dirilis PT Astra International Tbk, penjualan mobil domestik mencapai 436.567 unit sepanjang Januari–Juni 2026. Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 407.923 unit.
Pada Juni 2026 saja, penjualan mobil nasional mencapai 77.555 unit, naik sekitar 32,9% dibandingkan Juni 2025 yang sebesar 58.363 unit. Kenaikan itu menunjukkan permintaan kendaraan mulai membaik setelah sempat berfluktuasi pada awal tahun.
Di tengah pertumbuhan pasar, Grup Astra masih mempertahankan dominasinya dengan membukukan penjualan 222.371 unit selama enam bulan pertama 2026. Angka tersebut setara dengan pangsa pasar 51% dari total penjualan mobil nasional.
Pada Juni 2026, Astra menjual 40.235 unit kendaraan atau menguasai 52% pasar domestik. Kontributor terbesar penjualan Astra masih berasal dari merek Toyota dan Lexus yang mencatat penjualan 134.520 unit sepanjang semester I 2026.
Pada Juni saja, Toyota dan Lexus membukukan penjualan 22.960 unit, menjadikannya merek dengan penjualan terbesar di pasar otomotif nasional.