Inggris Jajaki Dukungan Publik untuk Kembali ke Uni Eropa

October 2026 ยท 3 minute read

Pekan lalu, Tony Blair Institute menerbitkan laporan yang menyarankan Burnham membuka pembicaraan dengan Brussel mengenai kemungkinan Inggris kembali menjadi anggota UE. Namun, langkah itu dinilai sebaiknya dilakukan hanya jika UE bersedia melonggarkan sejumlah regulasi, termasuk di sektor energi dan teknologi.

Pada hari yang sama, kelompok kampanye pro-UE Best for Britain merilis jajak pendapat berskala besar yang dilakukan YouGov. Hasilnya menunjukkan Partai Buruh berpotensi memperoleh lebih dari dua kali lipat jumlah kursi jika maju dalam pemilu berikutnya dengan janji membawa Inggris kembali bergabung dengan UE.

Dalam beberapa pekan mendatang, Institute for Public Policy Research akan menerbitkan laporan yang menyerukan agar Inggris kembali menjadi anggota UE. Think Labour pun tengah mengkaji seberapa sulit proses yang harus ditempuh Inggris untuk bergabung kembali.

Hasil survei yang menunjukkan janji kembali ke UE tidak banyak meningkatkan dukungan terhadap Reform UK membuat sebagian kalangan di Downing Street lebih percaya diri.

Mereka menyoroti bahwa Farage justru menyerang rencana perubahan skema kenaikan pensiun "triple lock" dalam pidato Burnham, bukan pernyataannya mengenai UE.

Menurut informasi yang diperoleh The Guardian, sejumlah pejabat tinggi pemerintah sebenarnya ingin Burnham menggunakan pidatonya pekan ini untuk berjanji mulai menyiapkan langkah agar Inggris kembali bergabung dengan UE setelah pemilu berikutnya, bukan hanya mengumumkan peninjauan.

Namun, opsi itu akhirnya tidak dipilih. Partai Buruh sudah bersiap menghadapi perdebatan mengenai pensiun dan tidak ingin memberi tambahan keuntungan politik kepada Farage ketika ia tengah menghadapi tuduhan terkait sumbangan bernilai jutaan pound sterling kepada partainya.

No. 10 mengatakan Burnham tidak pernah mempertimbangkan untuk memasukkan janji tersebut ke dalam pidatonya dan tidak ada satu pun draf pidato yang memuatnya.

Meski demikian, langkah untuk kembali menjadi anggota UE tidak akan mudah. Sebagian pihak menilai akan sulit meyakinkan Brussel untuk membuka perundingan mengenai kembalinya Inggris sebagai anggota UE setelah kedua pihak menjalani beberapa putaran pembicaraan mengenai hubungan mereka.

Namun, pendukung gagasan tersebut mendapat dorongan setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut pernyataan Burnham.

"Welcome back," kata Macron dalam bahasa Inggris saat konferensi pers di Madrid pada Rabu.

Ia kemudian melanjutkan dalam bahasa Prancis, "Jika rakyat Inggris ingin kembali dan jika perdana menteri bergerak ke arah itu, saya kira ini kabar yang sangat baik, baik bagi negaranya maupun bagi Eropa."

Seorang juru bicara UE mengatakan, "Inggris merupakan mitra dekat dan penting bagi UE. Pemerintah Inggrislah yang menentukan bagaimana mereka ingin mengembangkan hubungan dengan UE ke depan. Kami tetap terbuka untuk membahas berbagai pilihan yang mungkin mereka ajukan."

Kesediaan Burnham mempertimbangkan seluruh opsi tampaknya diikuti dengan pendekatan baru terhadap aturan Made in Europe milik UE. Aturan tersebut berpotensi membuat sejumlah produk Inggris tersingkir dari rantai pasok di Eropa.

Pemerintah Inggris ingin produsen dalam negeri diperlakukan sebagai produsen UE dalam penerapan aturan tersebut. Para pejabat bahkan sempat mengancam akan menunda KTT Inggris-UE sampai London mendapat sinyal bahwa jalan tengah dapat ditemukan.

Namun, setelah pidato Burnham, muncul pembicaraan mengenai kemungkinan KTT digelar pada 20 November.

Seorang diplomat UE mengatakan agenda lama pemerintahan Starmer untuk memperbaiki hubungan Inggris-UE perlu dituntaskan lebih dulu sebelum kedua pihak membicarakan "reset yang sesungguhnya". Diplomat tersebut mendukung agar KTT Inggris-UE digelar secepat mungkin.

Diplomat lainnya mengatakan ada perasaan positif karena Burnham kini bersedia mempertimbangkan seluruh pilihan dan berupaya membangun kesepakatan bersama, "sesuatu yang selama ini ingin dilihat Brussel".