Selasa, 01 September 2026, 22:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Destry Damayanti menyoroti kenaikan inflasi Indonesia pada Agustus 2026 yang terutama didorong oleh kelompok volatile food atau komponen harga pangan bergejolak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi tahunan Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 3,19%. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,31%.
Destry mengatakan, kenaikan inflasi terutama berasal dari volatile food, sementara inflasi inti masih relatif stabil meskipun mengalami sedikit peningkatan.
“Volatile food inflation-nya lagi naik. Makanya memang BI bersama-sama dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kita juga menangani program untuk pengendalian inflasi pangan,” ujar Destry dalam wawancara, Selasa (1/9/2026).
Menurut Destry, inflasi inti meningkat dari sekitar 2,7% menjadi 2,9%. Namun, peningkatan tersebut masih mencerminkan adanya aktivitas ekonomi.
“Kalau kita lihat core inflation-nya masih tetap stabil, dia malah meningkat dikit, artinya ada aktivitas ekonomi, dari 2,7 ke 2,9,” jelasnya.
Di sisi lain, Destry menilai kenaikan volatile food perlu mendapat perhatian lebih. Komponen tersebut meningkat dari kisaran 2% menjadi sekitar 4%.
Baca Juga: Tak Bisa Sendiri, Destry Damayanti Dorong Sinergi Pengendalian Inflasi Pangan
Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.695 per Dolar AS Jelang Rilis Data Inflasi AS
“Tapi memang untuk volatile food-nya naik dari 2-an ke 4. Jadi memang PR kita bersama-sama menjaga stabilitas di harga pangan,” kata Destry.
Destry menekankan bahwa pengendalian harga pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab Bank Indonesia. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara BI dan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra