Industri Perdagangan Berjangka Didorong Perkuat Literasi Masyarakat |Republika Online

October 2026 · 2 minute read

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri perdagangan berjangka komoditi didorong terus memperkuat literasi masyarakat. Pemahaman mengenai mekanisme transaksi dan risiko dinilai penting agar masyarakat memiliki informasi yang cukup sebelum mengambil keputusan untuk bertransaksi.

Direktur sekaligus Direktur Kepatuhan PT Didimax Pialang Berjangka, Zulfan Syaiful Bahri, mengatakan edukasi menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem perdagangan berjangka yang sehat.

“Edukasi menjadi bagian penting dalam membangun industri yang sehat. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan memahami risiko sebelum memutuskan untuk bertransaksi di perdagangan berjangka,” ujar Zulfan dalam keterangan, Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, masyarakat perlu memahami karakteristik perdagangan berjangka, mekanisme transaksi, serta risiko yang melekat pada aktivitas tersebut. Pemahaman itu diperlukan baik bagi calon nasabah maupun nasabah yang telah melakukan transaksi.

Zulfan mengatakan peningkatan kualitas layanan juga perlu berjalan beriringan dengan edukasi. Perubahan perilaku masyarakat dan perkembangan teknologi membuat kebutuhan terhadap layanan yang cepat, informatif, dan mudah diakses semakin berkembang.

Dorongan penguatan literasi tersebut disampaikan di tengah perkembangan industri perdagangan berjangka yang terus mengalami perubahan dari sisi regulasi, teknologi, maupun kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang transparan dan profesional.

Sementara itu, Didimax meraih Grade A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada Semester I 2026. Perusahaan menyebut pencapaian tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan kepatuhan, tata kelola, dan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Sebagai Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) periode 2025–2029, Zulfan juga tercatat terlibat dalam agenda literasi dan edukasi perdagangan berjangka komoditi.