Indro terkejut generasi Z masih hafal lagu-lagu Warkop

September 2026 · 3 minute read

Jakarta (ANTARA) - Anggota kelompok komedi legendaris Warkop DKI, Indro Warkop, mengaku terkejut melihat anak-anak muda dari generasi Z masih hafal dan menyanyikan lagu-lagu Warkop yang populer lewat film maupun panggung pertunjukan lawak mereka.

Hal tersebut diungkapkan Indro saat berbicara mengenai keterikatan erat Warkop dengan dunia musik dalam konferensi pers Synchronize Festival 2026 di Jakarta, Rabu.

Indro menceritakan pengalamannya saat tampil pada perhelatan Synchronize Festival edisi sebelumnya, di mana ia menyaksikan langsung antusiasme penonton muda melantunkan karya-karya Warkop.

"Terus terang kemarin di Synchronize tahun lalu kita main, walaupun di tempat yang lebih kecil, tapi saya kaget anak-anak sekarang, Gen Z, masih hafal lagu itu," kata Indro.

Respons tersebut, menurut Indro, langsung memicu rasa haru dan kerinduannya terhadap dua rekannya yang telah berpulang, Dono dan Kasino.

"Saya bilang di situ, orang masih nyanyiin lagu kita. Dan menurut saya itu membanggakan sekali untuk kami," ujarnya.

Indro menjelaskan musik sejatinya telah menjadi napas Warkop sejak mereka merintis karier di radio dan panggung komedi kampus. Pada masa awal, Warkop bahkan memiliki cita-cita menjadi kelompok komedi musikal (musical comedian).

Ambisi bermusik tersebut diwujudkan lewat kolaborasi bersama sejumlah tokoh dan musisi besar Indonesia, di antaranya Abadi Soesman, Ian Antono, hingga violis Idris Sardi.

Selain itu, Warkop memiliki andil besar dalam melahirkan grup musik humor legendaris Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR). Indro menuturkan, cikal bakal PMR bermula dari anak-anak pengamen yang kerap mengiringi orang-orang yang sedang menenggak minuman keras.

"Mas Kasino bilang, 'Ini bukan minuman, ini racun!' Jadi mereka mengiringi orang minum racun, makanya dinamakan Pengantar Minum Racun," kenang Indro seraya menyebut kelompok tersebut awalnya dibentuk untuk mengisi program siaran radio Warkop.

Pengaruh Warkop terhadap kancah orkes dangdut humor berlanjut ketika mendiang Kasino menjadi ketua seksi acara Dies Natalis Universitas Indonesia. Inisiatif Kasino menggelar festival dangdut antar-fakultas kelak membidani lahirnya grup Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP).

Meski kini generasi Z lebih banyak mengenal Warkop lewat layar kaca dan film-film komedi bioskop, Indro menilai medium film itulah yang menjadi jembatan bertahannya lagu-lagu Warkop melintasi zaman.

"Gen Z mungkin tahunya Warkop hanya ada di film, padahal sebetulnya Warkop dimulai dari radio dan panggung. Namun dari film itu jugalah mereka akhirnya kenal musik-musiknya Warkop," tuturnya.

Warkop genap berusia 53 tahun pada 23 September lalu. Dalam Synchronize Festival 2026 yang akan digelar Oktober mendatang di Jakarta, Indro dijadwalkan tampil mempersembahkan set pertunjukan khusus bertajuk "Tribute to Warkop DKI" bersama sejumlah musisi lintas generasi.

Baca juga: Indro Warkop curahkan kerinduan ke dalam lagu "Dan Aku Rindu"

Baca juga: Sekuel film Comic 8 tayang di bioskop mulai 24 Desember

Baca juga: Indro ungkap alasan Desta dipilih sebagai pemeran Dono Warkop

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.