Indonesia desak langkah nyata OKI hadapi Israel

August 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta mengatakan Indonesia mendesak langkah nyata Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam menghadapi Israel.

"OKI harus mampu membangun wibawa organisasi, tidak dengan kecaman dan pernyataan, melainkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan," kata Anis dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Anis Matta mengatakan hal itu saat menghadiri Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri Luar Biasa ke-23 OKI (KTM-LB) di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (27/8).

Dalam konferensi tersebut, dia mengatakan Indonesia kembali menyoroti berbagai kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang terus dilakukan Israel, termasuk perluasan pemukiman ilegal, aneksasi tanah Palestina, dan pembunuhan warga Palestina.

Anis, yang hadir mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono, mengatakan Indonesia menilai situasi di Kawasan Timur Tengah sangat kritis. Menurutnya, dampak perang regional yang terus berlangsung sudah meluas jauh melampaui batas-batas wilayah Timur Tengah.

Baca juga: Wamenlu Anis Matta dorong peran mahasiswa Indonesia di Timur Tengah

Sementara itu, Israel dinilai memanfaatkan pecahnya perhatian OKI dengan melanjutkan berbagai kejahatan. Di tengah situasi tersebut, kemampuan OKI untuk terus bekerja sama semakin diuji.

"OKI harus memaksimalkan kemampuan dan mekanismenya untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas berbagai kejahatannya serta mengkategorikan tindakan kekerasan para pemukim ilegal sebagai aksi terorisme," katanya.

Selain membahas situasi di Palestina, KTM-LB juga menyetujui Ismail Ould Cheikh Ahmed sebagai Sekretaris Jenderal OKI untuk periode 2026-2031, menggantikan Hissein Brahim Taha dari Chad. Ismail merupakan mantan menteri luar negeri Mauritania.

Di sela-sela KTM-LB, Anis juga melakukan pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri dari Sudan, Palestina, dan Qatar, serta wakil menteri luar negeri dari Turki dan Somalia untuk membahas kerja sama bilateral sekaligus isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.

Partisipasi Indonesia dalam KTM-LB merupakan salah satu realisasi amanat konstitusi untuk berperan aktif dalam memajukan perdamaian dunia, khususnya dalam menghentikan perang di Timur Tengah yang dampak negatifnya masih dirasakan berbagai negara di dunia.

Baca juga: RI-Kazakhstan bahas koridor perdagangan tingkatkan ekonomi

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.