Pohuwato (ANTARA) - Komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak hanya diwujudkan melalui operasional perusahaan yang andal, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Hal itu yang dilakukan PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo melalui Program Konservasi Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) yang dikembangkan bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo).
Program yang dilaksanakan di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, ini dirancang tidak hanya untuk melindungi satwa endemik Sulawesi, tetapi juga membangun ekosistem konservasi yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi. Berbagai kegiatan telah dijalankan, mulai dari survei sosial-ekologi, pendidikan konservasi di sekolah, pembentukan SMART PATROL, hingga pembangunan Laboratorium Lapangan Konservasi sebagai pusat pembelajaran dan penelitian.
Kolaborasi antara PLN Nusantara Power dan UMGo menjadi contoh bagaimana dunia usaha dan perguruan tinggi dapat berjalan bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis konservasi.
Dr. Salahudin Pakaya, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gorontalo, mengatakan keberhasilan konservasi tidak dapat dicapai jika hanya mengandalkan satu pihak.
"Prinsip ESG akan memberikan dampak nyata ketika diterjemahkan dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga mendorong pendidikan konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Ini adalah model kolaborasi yang perlu terus dikembangkan karena manfaatnya dapat dirasakan oleh lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang," ujar Salahudin.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan hasil riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, UMGo berkomitmen mendukung setiap tahapan program, mulai dari penyusunan kajian ilmiah hingga pendampingan di lapangan.
Sementara itu, Adi Nugroho, Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, menegaskan bahwa konservasi Julang Sulawesi merupakan salah satu bentuk implementasi komitmen perusahaan terhadap prinsip ESG melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga keandalan pembangkit, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat. Program konservasi ini menjadi wujud nyata komitmen tersebut. Bersama UMGo dan masyarakat, kami membangun fondasi konservasi yang tidak hanya menjaga habitat Julang Sulawesi, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan," kata Adi.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan telah disusun dalam roadmap hingga tahun 2029. Setiap tahapan dirancang saling terhubung, mulai dari penguatan data ilmiah, pendidikan konservasi, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan eduekowisata sebagai bentuk keberlanjutan program.
Di sisi lain, Reynold Gobel, Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, mengatakan bahwa keberhasilan implementasi ESG sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Kami ingin konservasi menjadi gerakan bersama. Ketika pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha bergerak dalam satu tujuan, maka manfaatnya akan jauh lebih besar. Program ini menjadi bukti bahwa implementasi ESG tidak hanya berbicara tentang kepatuhan terhadap standar perusahaan, tetapi bagaimana menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat," ujar Reynold.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap tahapan program. Oleh karena itu, berbagai kegiatan seperti pelatihan SMART PATROL, pendidikan konservasi di sekolah, survei sosial, hingga pembangunan Laboratorium Lapangan Konservasi dirancang untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga habitat Julang Sulawesi.
Program Konservasi Julang Sulawesi merupakan kolaborasi PLN Nusantara Power dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang dirancang hingga tahun 2029. Selain mendukung pelestarian salah satu satwa endemik Sulawesi, program ini juga diharapkan menjadi model implementasi ESG berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Pewarta: Zulkifli Polimengo
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.